Mengulik Sakralnya Manten Tebu di Blitar, Awali Musim Giling di Pabrik Gula RMI
Mengawali musim giling tahun 2025, tradisi manten tebu digelar di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI). Manten tebu merupakan tradisi unik dan sakral, yang rutin digelar setiap satu tahun sekali.
BLITAR, SJP—Salah satu tradisi unik yang masih lestari di Indonesia, khususnya di Kabupaten Blitar, adalah manten tebu. Tradisi manten tebu ini merupakan simbol atau penanda dimulainya musim giling di pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.
Ritual ini juga dikenal sebagai "pengantin tebu" karena melibatkan sepasang tebu yang dihias layaknya pengantin dan merupakan upacara adat yang memadukan unsur sakral, seni dan filosofi kehidupan.
Dalam bahasa Jawa, manten berarti pengantin. Sementara tebu merujuk pada tanaman penghasil gula. Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk memohon keberkahan selama musim giling tahun 2025.
Prosesi manten tebu, diawali dengan pemilihan batang tebu terbaik sebagai calon pengantin. Untuk mengiringi prosesi, juga dipilih sepasang perjaka dan perawan sebagai peraga pengantin manusia dengan memakai kostum adat Jawa.
Mereka diarak keliling area pabrik gula dengan diiringi musik gamelan dan tarian tradisional. Selanjutnya, pengantin tebu yang terdiri dari tebu wadon (wanita) dan lanang (lelaki) dipersatukan oleh seorang sesepuh.
Dalam prosesi ini, pengantin wanita (tebu wadon) membasuh bagian bawah pengantin pria (tebu lanang) sebagai simbol persatuan dan harapan keberkahan.
Usai dipersatukan, pengantin tebu ini kembali diarak menuju mesin penggiling dan prosesi ini menandai dimulainya proses giling tebu dan produksi gula.
Industrial Relations Pabrik Gula RMI Blitar, Putut Hindaruji mengatakan, tradisi manten tebu merupakan budaya yang rutin dilakukan setiap tahun agar dalam proses giling diberkahi oleh sang pencipta.
"Tahun ini merupakan tahun kelima tradisi manten tebu diselenggarakan. Ini budaya lokal yang rutin kami lakukan, dengan harapan selama proses giling mendapat keberkahan dari sang pencipta," kata dia, Senin (26/5/2025).
Putut menjelaskan, pada tahun 2025 ini, pabrik gula RMI Blitar memasang target giling sebanyak 1,4 juta ton tebu dengan rendemen 9,05 persen. Target ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 1,1 juta ton dengan rendeman mencapai 9 persen.
"Sementara untuk target produksi gula juga kami target meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu mencapai 100 ribu ton, dan tahun 2025 kami target bisa mencapai 127 ribu ton gula," jelasnya.
Putut menambahkan, tradisi manten tebu juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda dan bentuk komitmen pabrik dalam menjaga harmoni antara tradisi lokal dan industri. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

