Melihat Rumah Gajah Mungkur Gresik yang Ikonik Sejak 1896
Dikenal sebagai cagar budaya, ternyata bangunan ini menjadi saksi bisu dari kejayaan perdagangan di akhir tahun 1800-an. Masyarakat mengenal bangunan ini sebagai Rumah Gajah Mungkur.
GRESIK, SJP — Patung Gajah mungkur sudah menjadi simbol sejarah dan budaya yang penting bagi Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dibuat sejak tahun 1896, patung tersebut dibuat seiring dengan Rumah Gajah Mungkur yang terletak di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Nomor 38, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Rumah tersebut dibangun oleh Hj Djaelan bin Oemar, saudagar terkenal asal Kampung Kemasan, Gresik.
Rumah Gajah Mungkur menyuguhkan keindahan arsitektur khas yang mencerminkan perpaduan tiga kebudayaan, yaitu Eropa, Tionghoa, dan Jawa.
Tepat di depan pintu utama Rumah Gajah Mungkur, sebuah patung gajah tertampang jelas menghadap ke rumah dan membelakangi jalan.
Inilah yang menjadi alasan mengapa rumah ini dinamakan Gajah Mungkur yang memiliki arti membelakangi.
"Kenapa disebut mungkur, karena membelakangi. Maknanya membelakangi nafsunya sendiri," kata Akhmad Choiri yang merupakan generasi keempat ahli waris Rumah Gajah Mungkur.
Khoiri menceritakan, Hj Djaelan merupakan seorang saudagar memiliki beberapa usaha di Gresik, seperti perkulitan, rokok, tempaos, tembaga, sarang burung walet, dan tambak ikan. Riwayat saudagar itu terekam jelas dalam beberapa foto yang terpampang di rumah Hj Djaelan yang kini dikenal rumah Gajah Mungkur.
Rumah Gajah Mungkur itu tidak hanya didesain untuk tempat tinggal. Dibangun dengan desain rumah dua lantai, Hj Djaelan sengaja lantai paling atas difungsikan untuk usaha burung walet.
"Alhamdulillah usaha sarang burung walet masih tetap bertahan sampai sekarang," jelasnya.
Adapun sisi gedung rumah Gajah Mungkur lainnya difungsikan untuk tempat singgah para tamu kerabat atau saudara jauh dari luar negeri.
"Ratu Belanda Juliana dahulu pernah ke sini. Fotonya sempat ada, tetapi diambil oleh orang tidak bertanggung jawab," paparnya.
Choiri mengungkapkan, bahwa ia merasa bahagia melihat semakin banyak orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah, khususnya sejarah Kota Gresik, melalui Rumah Gajah Mungkur.
Ia menyebut, sering menerima surat permintaan kunjungan dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, mahasiswa, hingga pejabat, baik dari dalam maupun luar Kota Gresik.
“Kalau surat, mungkin sudah ada ratusan yang saya terima. Tapi kalau pengunjung, rata-rata paling tinggi pada tahun 2023 bisa di total mungkin jumlahnya sekitar 7.000 orang,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

