Melihat Pameran Seni Rupa Biennale Jatim XI di Gresik

Kabupaten Gresik dipilih sebagai tuan rumah hajatan pameran seni rupa Biennale Jatim XI karena memiliki cerita panjang terkait kehidupan pesisir laut. Gresik yang dikenal sebagai bandar atau pelabuhan terkenal dan memiliki sejarah budaya berusia tua.

29 Aug 2025 - 14:33
Melihat Pameran Seni Rupa Biennale Jatim XI di Gresik
Foto: Warga saat melihat pameran seni rupa Biennale Jatim XI yang digelar di Pudak Galeri, Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Sebanyak 64 seniman dan partisipan terlibat dalam pameran seni rupa Biennale Jatim XI yang digelar di Pudak Galeri, Gresik, dari tanggal 24 Agustus hingga 20 September 2025.

Tak hanya seniman lokal, sejumlah seniman internasional turut berpartisipasi dalam kegiatan dua tahunan hajatan seni rupa terbesar di Jawa Timur ini.

Berbagai macam karya yang telah melalui kurasi dipamerkan secara mengesankan. Bahkan, para pengunjung pameran yang datang bisa berinteraksi secara langsung seperti membatik, menyelipkan doa, hingga melihat pemutaran layar film. 

Salah satu kurator Biennale Jatim XI, Ismal Muntaha, mengatakan pameran seni rupa Biennale Jatim ini merupakan acara yang digelar dua tahun sekali.

Berbeda dari tahun sebelumnya digelar selalu di Surabaya, Biennale Jatim XI tahun ini berlangsung di Kabupaten Gresik dengan mengusung tema pesisir laut.

"Memang sebelumnya selalu diselenggarakan di Surabaya. Jadi untuk pertama kalinya ini sekarang diselenggarakan di luar Surabaya. Yaitu di Gresik," kata Ismal, Jumat (29/8/2025).

Ismal menjelaskan, Kabupaten Gresik dipilih sebagai tuan rumah hajatan tersebut karena memiliki cerita panjang terkait kehidupan pesisir laut.

Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai bandar atau pelabuhan terkenal dan memiliki sejarah budaya berusia tua. 

Menurut Ismal, sejarah dna budaya di Gresik itu tergambar dengan adanya makam tokoh seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim atau biasa disebut Sunan Gresik, yang konon sebagai wali songo yang datang pertama kali di Gresik. 

"Yang keduanya adalah memilih Gresik karena hari ini, Gresik mengalami situasi industrialisasi yang cukup juga besar. Jadi kayak keterkaitan antara sejarah yang begitu mengakar, kebudayaan begitu kuat tapi juga waktu di sini juga sebagai kota industri," jelasnya. 

Melalui pemilihan latar belakang Gresik, Ismal menyampaikan sepakan menentukan Hantu Laut sebagai tema acara Biennale Jatim XI ini.

"Maksudnya hantu dalam arti sesuatu yang juga mungkin kita mesti lebih peduli, karena juga tentang terkait dampak ekologis dan segala macamnya bagi warga pesisir," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow