Mei 2026, Inflasi Kota Kediri Tembus 0,35 Persen
Angka-angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan Kota Kediri pada bulan April 2026 terpantau mengalami deflasi 0,12 persen, sedangkan indeks tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) Kota Kediri berada pada angka 2,55 persen.
KOTA KEDIRI, SJP — Kota Kediri pada bulan Mei 2026 mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,35 persen, sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,27 persen.
Angka-angka tersebut meningkat dibanding sebelumnya, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan Kota Kediri pada bulan April 2026 terpantau mengalami deflasi 0,12 persen, sedangkan indeks tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) Kota Kediri berada pada angka 2,55 persen.
Di bulan Mei, berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Pada inflasi bulanan, kelompok ini memberikan andil sebesar 0,17 persen, sedangkan pada inflasi tahunan memberikan andil sebesar 1,33 persen.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menuturkan beberapa peristiwa yang menjadi catatan selama bulan Mei 2026 yang berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas, di antaranya perkembangan harga BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan. Penyesuaian harga BBM tersebut berpengaruh terhadap tarif angkutan udara imbas dari kenaikan harga avtur.
"Pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih, mengalami penurunan harga disebabkan persediaan yang cukup melimpah. Sebaliknya, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan harga," ungkapnya, Senin (8/6/2026).
Sama seperti bulan sebelumnya, harga emas perhiasan masih konsisten mengalami penurunan akibat dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik. Sementara itu, pada barang elektronik yakni laptop/notebook dan telepon seluler terjadi kenaikan harga imbas dari naiknya harga komponen serta mahalnya harga bahan baku plastik.
Berikut ini komoditas penyumbang inflasi bulanan di Kota Kediri pada bulan kelima, antara lain: cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen; rekreasi sebesar 0,08 persen; cabai merah sebesar 0,06 persen; sawi hijau sebesar 0,05 persen; angkutan udara sebesar 0,04 persen; kue kering berminyak, telepon seluler, laptop/notebook, bawang merah sebesar 0,03 persen; minyak goreng, kacang panjang, bensin sebesar 0,02 persen; terong, mobil, alpukat, sepeda motor, solar, kue basah, ikan gurame sebesar 0,01 persen.
"Ada juga komoditas yang justru menjadi penghambat inflasi, antara lain: emas perhiasan andil inflasi -0,10%; daging ayam ras sebesar -0,04%; telur ayam ras sebesar -0,03%; kelapa, semangka, bawang putih sebesar -0,02%; nugget, ikan nila, dan jagung manis masing-masing sebesar -0,01%," jelas Emil.
Emil juga menguraikan beberapa hal yang perlu diwaspadai terjadi pada bulan Juni 2026, antara lain: ketersediaan stok dan distribusi pada komoditas bahan pangan, seperti beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras akibat pengaruh cuaca dan permintaan selama bulan tersebut.
Sementara itu, penyesuaian tarif BBM nonsubsidi masih akan berlangsung, efek domino dari kenaikan drastis BBM pada bulan Mei diperkirakan masih akan terasa hingga bulan Juni. Harga tarif angkutan udara juga diprediksi masih berada di posisi atas imbas naiknya harga bahan bakar pesawat.
Lain halnya dengan emas yang diprediksi masih mengalami penurunan sebagai dampak dari konflik geopolitik yang masih terjadi. Pada bidang teknologi, perlu diwaspadai terjadinya kelangkaan global RAM dan SSD, kendala pasokan CPU dari Intel dan AMD, kenaikan biaya komponen AI, serta kenaikan harga bahan baku ponsel sejak April masih akan terasa dampaknya di bulan Juni.
Menyikapi hal tersebut, Emil mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

