Atlet Kediri Putra Tri Ramadani Raih Emas di World Climbing Series Praha 2026

Capaian ini menjadi tonggak bersejarah bagi panjat tebing Indonesia. Putra tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu meraih medali emas di nomor lead sepanjang sejarah World Climbing Series.

09 Jun 2026 - 09:30
Atlet Kediri Putra Tri Ramadani Raih Emas di World Climbing Series Praha 2026
Putra saat beraksi di arena (Foto: Istimewa)

KOTA KEDIRI, SJP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kota Kediri di kancah olahraga internasional. Atlet panjat tebing Indonesia asal Kediri, Putra Tri Ramadani, sukses meraih medali emas pada nomor lead dalam ajang World Climbing Series Praha 2026 yang digelar di Praha, Ceko.

Capaian ini menjadi tonggak bersejarah bagi panjat tebing Indonesia. Putra tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu meraih medali emas di nomor lead sepanjang sejarah World Climbing Series. 

Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet panjat tebing terbaik dunia saat ini.

Pada babak final, pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 yang akrab disapa Srondeng itu tampil impresif saat menghadapi tujuh pemanjat elite dunia. 

Ia bersaing dengan sejumlah nama besar, di antaranya Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang, Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, serta Jakob Schubert dari Austria.

Dalam pertandingan tersebut, Putra berhasil mencatatkan skor 43, unggul atas Neo Suzuki yang meraih perak dengan skor 39 dan Jakob Schubert yang mengamankan perunggu dengan skor 37. Hasil ini memastikan Putra berdiri di podium tertinggi sekaligus mengibarkan Merah Putih di ajang bergengsi tersebut.

Keberhasilan ini merupakan puncak dari perjalanan panjangnya di nomor lead. Sebelumnya, pada World Climbing Series Koper, Slovenia 2025, Putra berhasil menembus babak final dan finis di peringkat keenam. Dalam waktu kurang dari satu tahun, ia mampu meningkatkan performa hingga akhirnya meraih gelar juara dunia.

Meski meraih prestasi tertinggi, Putra mengaku masih perlu melakukan berbagai pembenahan untuk menjaga konsistensi di level internasional.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tenu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia," ujar Putra, Senin (8/6/2026).

Putra juga menambahkan bahwa pengalaman bertanding di level dunia menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kemampuan, baik dari sisi teknis maupun mental.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow