Medan Ekstrem dan Tanah Labil, Perbaikan Longsor di Malang Dilakukan Bertahap

Kondisi medan yang ekstrem dan struktur tanah yang masih labil memaksa otoritas terkait menerapkan prosedur penanganan secara bertahap demi menjamin keselamatan kru lapangan dan warga sekitar.

13 Jan 2026 - 15:40
Medan Ekstrem dan Tanah Labil, Perbaikan Longsor di Malang Dilakukan Bertahap
Kondisi tanah longsor di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan. (Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan bahwa pemulihan akses jalan pascabencana tanah longsor di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, tidak dapat dilakukan secara instan. 

Kondisi medan yang ekstrem dan struktur tanah yang masih labil memaksa otoritas terkait menerapkan prosedur penanganan secara bertahap demi menjamin keselamatan kru lapangan dan warga sekitar.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (12/1/2026) petang tersebut mengakibatkan badan jalan desa di wilayah Dusun Krajan RT 11 dan RT 12 ambrol. 

Kerusakan tercatat mencapai panjang 10 meter dengan lebar 2 meter, serta kedalaman jurang sedalam 3 hingga 5 meter. 

Selain badan jalan, tembok penahan tebing (TPT) sepanjang 5 meter turut hancur pada bagian fondasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa percepatan penanganan harus dibarengi dengan akurasi asesmen teknis. Pihaknya enggan gegabah dalam mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian.

"Kondisi tanah di lokasi saat ini masih sangat labil. Penggunaan alat berat secara prematur justru berisiko memicu longsor susulan yang dapat membahayakan petugas maupun warga. Prioritas utama kami adalah pengamanan area," ujar Sadono, Selasa (13/1/2026).

Menurut Sadono, tahapan penanganan saat ini meliputi survei geoteknik, tujuannya untuk emastikan stabilitas tanah sebelum konstruksi permanen dimulai.

Selanjutnya sinkronisasi langkah antara BPBD, Pemerintah Desa Jambuwer, dan pihak Kecamatan Kromengan dan pemasangan pagar pengaman dan rambu peringatan di titik-titik rawan.

Saat ini, akses di titik longsor hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dengan pengawasan ketat. Warga secara swadaya telah memasang pagar pengaman sementara untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Penanganan permanen akan segera dieksekusi setelah ada rekomendasi teknis yang menyatakan lokasi tersebut benar-benar aman untuk pengerjaan fisik," tambah Sadono.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, mengingat karakteristik wilayah Kromengan yang memiliki kemiringan lereng cukup curam. 

Langkah penanganan berkelanjutan kini tengah disiapkan agar mobilitas ekonomi warga desa tidak terhambat lebih lama. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow