MBG, dari SPPG Desa hingga Gerakkan Ekonomi Nasional
Program MBG tidak hanya memenuhi gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Pembangunan dapur MBG menyerap banyak tenaga kerja, melibatkan petani, pemasok, dan UMKM, serta menekan pengangguran melalui operasional SPPG hingga tingkat desa.
BONDOWOSO, SJP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak hanya bekerja di atas kertas, tetapi benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah.
Pembangunan ribuan dapur MBG di berbagai daerah terbukti menciptakan lapangan kerja baru dalam skala masif, menekan angka pengangguran, sekaligus menghidupkan sektor pangan rakyat.
MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi anak sekolah. Ia berubah menjadi pengungkit ekonomi baru, menghubungkan dapur, petani, peternak, pemasok hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, berdasarkan data pada Oktober 2025mencatat sekitar 450 ribu orang telah terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Jika dihitung dengan tenaga pemasok, UMKM, dan rantai distribusi, potensi totalnya bisa mencapai 900 ribu hingga 1 juta pekerja.
Contoh kecilnya di Kabupaten Bondowoso, yang diproyeksikan berdiri sebanyak 65 SPPG di seluruh penjuru wilayah. Jika setiap SPPG mampu menyerap 50 tenaga kerja, tentunya, bisa dipastikan ada sekira 3.200 orang yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.
Peluang ini menjadi upaya dalam menekan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bondowoso. Misalnya saja di sebuah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Desa Sumberkalong, yang merekrut warga lokal.
Para pekerja ini memproduksi MBG hingga menyalurkannya ke beberapa sekolah. Strategi ganda ini juga lambat laun akan ditularkan dalam menggerakkan ekonomi lokal yang ada di sekitar lokasi SPPG.
“Pembangunan dapur MBG adalah strategi ganda, yakni menjalankan program nasional sambil mengurangi pengangguran lokal,” jelas Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong, Senin (17/11/2025).
Sistem pengelolaan pun semakin profesional berkat kerja sama antara SPPG dan sekolah-sekolah yang menjadi penerima program. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, kata Ineke, juga mampu menggerakkan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Di Sumberkalong, ada efek berantai, misalnya keterlibatan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku dapur, dan para pekerja, dari juru masak hingga petugas distribusi, kini memperoleh penghasilan layak dan stabil.
“Banyak sekolah bahkan melibatkan UMKM lokal, sehingga perputaran uang benar-benar terjadi di tingkat bawah,” tambah Ineke.
Selain pengangguran, kata Ineke, sektor hulu pun ikut terdongkrak. Permintaan beras, telur, ayam, dan sayuran meningkat pesat. Petani dan peternak kecil yang dulu kesulitan pemasaran kini memiliki pembeli tetap dengan harga yang lebih layak melalui kontrak pasokan untuk dapur MBG.
Dengan ratusan ribu tenaga kerja yang terserap dan ekonomi desa yang hidup kembali, MBG menjadi gambaran kebijakan publik yang menciptakan perubahan struktural.
“Tidak hanya memberi makan anak sekolah, tetapi merangkai kembali rantai ekonomi rakyat. Jika berjalan di semua titik (di Bondowoso), penyerapan tenaga kerja bisa mencapai ribuan orang. Ini langkah besar mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah,” tegas Ineke.
Hal senada juga disampaikan oleh Babisan setempat. Dirinya menyebut SPPG Bondowoso Wonosari Sumberkalong, telah mempekerjakan 47 warga lokal, yang mayoritas sebelumnya menganggur, termasuk mantan sopir dan juru masak yang kehilangan pelanggan.
“Setiap dapur MBG mampu menyerap kisaran 50 tenaga kerja tetap, termasuk tenaga harian dan pemasok,” ungkap Serka Akbar, Babinsa Sumberkalong, asal Bima Nusa Tenggara Barat yang ikut mengawal pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.
“MBG kini bukan sekadar program makan gratis, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang menyatukan dapur, petani, UMKM, dan sekolah dalam satu misi: menciptakan Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaulat pangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

