Marsma Fajar Adriyanto Dimakamkan di Probolinggo, Penerbang F-16 yang Gugur dalam Misi Latihan

Marsma Fajar Adriyanto, penerbang tempur berjuluk “Red Wolf”, gugur saat latihan sipil di Bogor. Pemimpin hangat yang dikenang karena dedikasi, kini diterbangkan ke tanah kelahiran untuk peristirahatan terakhir.

04 Aug 2025 - 10:33
Marsma Fajar Adriyanto Dimakamkan di Probolinggo, Penerbang F-16 yang Gugur dalam Misi Latihan
Foto resmi Marsma Fajar Adriyanto, penerbang tempur dengan panggilan “Red Wolf” dan Kepala Kelompok Staf Ahli Kodiklatau. (Foto: Istimewa)

KOTA PROBOLINGGO, SJP Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto gugur dalam kecelakaan pesawat latih sipil milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) pada Sabtu (2/8/2025) malam. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Senin siang ini.

Marsma Fajar gugur saat menjalankan misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. Pesawat Quicksilver GT500 yang dipilotinya lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB dan hilang kontak sebelas menit kemudian.

Pesawat tersebut ditemukan jatuh di area pemakaman umum Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Fajar berada di kokpit bersama kopilot bernama Roni yang selamat, namun mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif.

“Beliau atasan yang sangat dekat dengan kami. Bahkan saat Covid-19 dulu, satu per satu anggota ditelepon langsung oleh beliau. Ditanyakan kondisi kita, bagaimana anak dan istri, apakah sehat. Kami diperlakukan seperti anak sendiri,” ujar Lena Satriyati, mantan anak buah almarhum di Dinas Penerangan TNI AU.

Fajar menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Udara (Kapoksahli Kodiklatau). Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992.

Sosoknya dikenal hangat, tegas, sekaligus progresif dalam berpikir. Dia meniti karier sebagai penerbang tempur F-16 Fighting Falcon hingga dipercaya mengisi berbagai posisi penting di TNI AU.

Nama Fajar “Red Wolf” mencuat dalam sejarah dirgantara nasional. Dia menjadi salah satu penerbang yang terlibat dalam insiden udara dengan pesawat F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat di sekitar Pulau Bawean.

Seluruh prosedur terbang pada misi tersebut dinyatakan legal dan memenuhi standar operasional. Pesawat dalam kondisi laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Dewi Kurnia, serta dua putra, Naufal F. Sandy Kusuma dan Akmal F. Randy Kusuma. Jenazah diberangkatkan ke Probolinggo bersama keluarga pada Senin pagi dan akan dimakamkan secara militer siang harinya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow