Marak Begal, Anggota DPRD Pasuruan Desak Polisi Tingkatkan Patroli

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta agar pemerintah kecamatan serta desa dan kelurahan aktifkan kembali siskamling

20 Jan 2025 - 14:24
Marak Begal, Anggota DPRD Pasuruan Desak Polisi Tingkatkan Patroli
Korban begal, Budi Siswanto saat dibawa warga untuk mendapatkan pertolongan. (Ist/SJP)

PASURUAN, SJP — Maraknya aksi geng motor dan begal di wilayah Kabupaten Pasuruan, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana prihatin.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menilai, aksi geng motor dan begal sudah di luar batas. Pasalnya, mereka tidak segan untuk beraksi di siang hari. Bahayanya, mereka kerap membawa senjata tajam (sajam).

"Pertama kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Fenomena ini harus disikapi bersama. Karena aksi mereka sudah di luar batas nalar," ucapnya, Senin (20/1/2025).

Oleh sebab itu, legislator yang akrab dipanggil Wardana itu meminta agar pihak kepolisian lebih serius mengatasi fenomena tersebut. Menurut dia, pihak kepolisian perlu meningkatkan frekuensi patroli di malam hari. Terutama di jalan yang sepi. 

"Geng motor dampaknya membuat banyak terjadi kecelakaan dan juga ada korban jiwa. Kami mohon, pihak penegak hukum memberi hukuman yang memiliki efek jera kepada para geng motor yang mengganggu kenyamanan pengendara lain," jelasnya.

Wardana juga meminta kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa serta kelurahan untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Sebab, kini aksi begal kembali marak dan sangat meresahkan warga. 

"Kami minta pihak kecamatan juga membuat sistem layanan call center. Bukan hanya siskamling. Sehingga masyarakat yang mengalami tindak kejahatan pembegalan, cepat ditangani. Jangan tunggu ada korban dulu baru ditindaklanjuti," tegasnya. 

Keresahan yang diungkapkan Wardana bukan tanpa alasan. Sebelumnya, aksi begal alias perampasan motor terjadi di di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (18/1/2025) sore.

Dalam insiden ini Budi Siswanto, dan istrinya, warga Desa Kronto, Kecamatan Lumbang mengalami luka akibat sabetan sajam. Sementara motor Honda Scoopy milik mereka raib dibawa pelaku.

“Paman saya bersama istri baru pulang dari mencari sparepart motor. Pas di jalan, mereka diadang pelaku dan langsung diserang,” ungkap Usman, keponakan korban. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow