Mahfud MD Sebut Demo Bersifat Organik tetapi Ada yang Menunggangi
Mahfud MD menilai pemerintah bersama DPR selama ini kurang serius menanggapi keluhan masyarakat. Kondisi itulah yang kemudian memicu amarah hingga ledakan aksi massa di berbagai daerah.
YOGYAKARTA, SJP – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal gelombang demonstrasi besar yang melanda sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025. Menurutnya, aksi tersebut merupakan gerakan organik, lahir dari akumulasi kekecewaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
“Saya sudah berkali-kali katakan munculnya demo ini aslinya adalah organik. Organik itu ada alasan-alasan yang memang muncul dari bawah cuma kemudian ada yang menunggangi. Menunggangi dengan mendalangi itu berbeda, kalau mendalangi itu dia yang merencanakan, lalu dia yang menggerakkan. Ini enggak, masyarakat organik, makanya tidak tersentuh oleh intelijen sebelumnya,” ujar Mahfud MD saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (4/9/2025).
Mahfud menilai pemerintah bersama DPR selama ini kurang serius menanggapi keluhan masyarakat. Kondisi itulah yang kemudian memicu amarah hingga ledakan aksi massa di berbagai daerah.
“Pokok masalahnya itu akumulasi kekecewaan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pernah ditanggapi serius. Jadi bertumpuk-tumpuk masalah, tidak pernah ditanggapi, terkadang hanya diketawain, disindir, macam-macam, sehingga kemudian muncul gerakan itu,” katanya.
Meski menegaskan gerakan itu bersifat organik, Mahfud mengakui ada pihak-pihak yang menunggangi dinamika tersebut. Namun ia enggan menyebut siapa yang dimaksud.
“Saya tidak tahu siapa dan tidak ingin tahu siapa penunggangnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mahfud menilai situasi sudah berangsur terkendali. Aparat disebut telah menangani para perusuh yang terlibat. Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap enteng persoalan publik.
“Ngurus negara ini tidak seperti ngurus warung kopi, bisa dibawa bergurau karena orangnya sedikit. Kalau ini ngurus banyak, tanggapannya terhadap berbagai persoalan itu tidak kurang berkualitas lah sehingga muncul gerakan-gerakan yang tadinya satu-satu ada di sana, lalu bergerak bersama di hari yang sama karena pemicu yang sama,” jelas Mahfud.
Menurut Mahfud, aksi yang berakhir ricuh ini seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemerintah dan DPR dituntut untuk lebih responsif dan berkualitas dalam menanggapi aspirasi rakyat, agar kekecewaan publik tidak lagi menumpuk hingga meledak dalam bentuk protes besar-besaran. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Foto : Danu S
What's Your Reaction?

