Mahasiswa FTP UC Surabaya Dukung UMKM Rejoagung Naik Kelas lewat Pelatihan CPPOB dan Bantuan Alat Produksi
Dosen dan mahasiswa Universitas Ciputra turun ke desa, latih UMKM Rejoagung terapkan CPPOB dan bantu alat produksi agar siap tembus pasar yang lebih luas.
SURABAYA, SJP - Di tengah geliat usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi desa, kehadiran dunia akademik bisa menjadi angin segar. Inilah yang dilakukan Universitas Ciputra Surabaya melalui program pengabdian masyarakat di Desa Rejoagung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 21–22 Maret 2025.
Tak sekadar membawa teori dari ruang kuliah, para dosen dan mahasiswa Program Studi Food Technology (FTP) Universitas Ciputra turun langsung ke lapangan. Mereka menyapa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di desa, mendengar keluh kesah mereka, dan menggali persoalan yang dihadapi dalam proses produksi makanan olahan.
"Pendampingan ini penting agar pelaku UMKM tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya. Kami ingin menjadi mitra yang hadir dengan solusi," ujar Fransisca Romana Titis Suniati, S.TP., M.Sc., dosen Food Technology Program (FTP) Universitas Ciputra saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/6/2025).
Fokus pada Standar Produksi Makanan yang Baik
Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Pelatihan itu dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM memahami dan menerapkan standar kebersihan, keamanan, dan efisiensi dalam proses produksi makanan.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung bagaimana menangani bahan pangan, menjaga sanitasi lingkungan produksi, hingga mengemas produk secara higienis.
"Dengan CPPOB, produk-produk UMKM bisa lebih siap bersaing, bahkan berpotensi masuk ke pasar modern," lanjut Fransisca.
Bantuan Alat Produksi untuk UMKM Terpilih
Tak berhenti pada pelatihan, Universitas Ciputra juga memberikan bantuan berupa alat-alat produksi kepada beberapa UMKM yang dinilai membutuhkan. Mulai dari alat pengemasan, peralatan dapur, hingga perlengkapan sanitasi diserahkan langsung kepada pelaku usaha.
Harapannya, bantuan itu bisa mempercepat proses produksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, serta membuka peluang ekspansi usaha ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut menjadi cerminan nyata peran perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Universitas Ciputra tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga aktif membangun jembatan antara dunia akademik dan dunia nyata.
"Pengabdian ini bukan yang terakhir. Kami ingin ke depan kerja sama dengan UMKM bisa terus dikembangkan, agar manfaatnya semakin meluas," tambah Fransisca.
Melalui aksi nyata itu, Universitas Ciputra menegaskan peran strategis kampus dalam pemberdayaan masyarakat. Di Desa Rejoagung, kampus hadir bukan sekadar pengajar teori, melainkan mitra perubahan yang membawa harapan baru bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan bersaing di tengah ketatnya pasar. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

