Bank Jatim Catat Laba Rp703 Miliar dan Aset Rp118 Triliun di Semester I 2025
PT Bank Jatim membukukan laba bersih Rp703 miliar dan aset Rp118,15 triliun pada Semester I 2025. Kinerja positif ini didorong pertumbuhan kredit dua digit dan transformasi digital.
SURABAYA, SJP — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat kinerja positif pada Semester I 2025 di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menyatakan capaian tersebut ditopang akselerasi pertumbuhan bisnis, baik dari sisi penyaluran kredit, aktivitas transaksi nasabah, maupun kualitas aset yang terjaga.
Dia merinci, laba bersih bank only tumbuh 13,26 persen secara tahunan menjadi Rp703 miliar. Sementara total aset konsolidasi tercatat Rp118,15 triliun atau meningkat 16,71 persen secara tahunan.
“Kami bersyukur Bank Jatim masih mampu membukukan kinerja yang baik. Kami berkomitmen terus mewujudkan visi menjadi bank pembangunan daerah nomor satu di Indonesia,” ujar Arif, Selasa (19/8/2025).
Penyaluran kredit Semester I 2025 tumbuh 15,91 persen atau senilai Rp67,31 triliun. Menurut Arif, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya permintaan barang dan jasa masyarakat.
“Pertumbuhan kredit ini menunjukkan akses pembiayaan harus terus diperluas agar menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Untuk menjaga tren pertumbuhan, Bank Jatim menyiapkan tiga strategi utama, yaitu memperkuat kualitas aset, mengintegrasikan ekosistem digital dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, serta menerbitkan obligasi.
Peran sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) juga ditekankan melalui kerja sama dengan Bank NTB Syariah sebagai anggota, serta penjajakan empat kandidat tambahan: Bank Lampung, Bank NTT, Bank Sultra, dan Bank Banten.
Transformasi digital melalui platform JConnect turut menunjukkan hasil menggembirakan. Pengguna JConnect Mobile tumbuh 21,99 persen dengan nilai transaksi Rp29,41 triliun pada Semester I 2025.
Adapun JConnect internet banking mencatat 10.496 pengguna atau tumbuh 15,89 persen, dengan total transaksi Rp5,70 triliun.
Jaringan Agen Jatim meningkat menjadi 14.008 pengguna atau naik 38,68 persen dengan transaksi Rp190,06 miliar, sedangkan merchant QRIS mencapai 167.598 unit dengan nilai transaksi Rp916,36 miliar.
“Aplikasi digital Jatim Kilat untuk pelayanan kredit juga menunjukkan tren positif, membuktikan layanan digital Bank Jatim semakin diterima masyarakat,” tutur Arif. (adv)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

