Lukisan dan Semangat yang Tak Pernah Padam di Pameran 'Spirit 25'

"Jangan pernah berhenti melukis. Karena dari setiap goresan, ada cerita, ada semangat yang bisa menginspirasi," - Ketua Geprak, Muit Arsa.

20 Feb 2025 - 22:10
Lukisan dan Semangat yang Tak Pernah Padam di Pameran 'Spirit 25'
Muit Arsa menghadap ke salah satu karya abstrak yang ikut bawakan semangat dalam pameran Spirit 25 (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Ada sesuatu yang istimewa dalam sebuah lukisan. Ia bukan sekadar sapuan kuas di atas kanvas, tetapi juga suara yang berbicara tanpa kata. Dalam keheningan galeri, warna-warna menyala, garis-garis bergerak lincah, seolah menggugah semangat yang sempat redup. 

Hal tersebutlah yang ingin ditanamkan oleh komunitas Gerakan Perupa Antar Kota (Geprak) melalui pameran Spirit 25 yang digelar di Galeri Prabangkara, Surabaya, pada 15-21 Februari 2025.

Muit Arsa, Ketua Komunitas Geprak, percaya bahwa seni bukan hanya tentang estetika, tetapi juga energi. Dan pameran yang digelar kali ini ditujukan sebagai pemantik semangat bagi teman-teman seniman lain, agar tetap optimis dan terus berkarya di tahun 2025.

"Jangan pernah berhenti melukis. Karena dari setiap goresan, ada cerita, ada semangat yang bisa menginspirasi," ujar Muit, Selasa (20/2/2025).

Sebanyak 32 pelukis dari berbagai kota di Jawa Timur berpartisipasi dalam pameran ini, masing-masing membawa maksimal dua karya. Total ada 46 lukisan yang dipajang tidak hanya untuk dinikmati, namun juga siap dikoleksi oleh para pecinta seni.

Tak ada batasan aliran dalam pameran ini, mulai dari realisme, ekspresionisme, dekoratif, hingga abstrak dan naturalisme, semuanya hadir, mencerminkan keragaman ekspresi para perupa.

“Semua pelukis bebas menampilkan karyanya dengan gaya masing-masing. Kami ingin menunjukkan bahwa seni itu luas dan bisa diinterpretasikan dengan berbagai cara," tambah Muit. 

Persiapan pameran ini sendiri memakan waktu sekitar satu bulan, dengan proses kurasi ketat untuk memastikan bahwa karya yang ditampilkan adalah yang terbaik.

Bukan hanya sebagai ruang apresiasi, Spirit 25 juga menjadi ajang bagi para seniman untuk memperkenalkan karyanya ke pasar yang lebih luas. 

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat, tetapi juga memiliki karya seni," kata Muit. 

Harga lukisan yang dipamerkan bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta, dengan ukuran kanvas minimal 50 cm hingga 1,5 meter. 

"Membeli lukisan bukan sekadar memiliki sebuah gambar, tetapi juga ikut mendukung perjalanan seorang seniman."

Salah satu daya tarik pameran ini adalah keberagaman latar belakang para pelukisnya. Beberapa di antaranya adalah seniman senior dengan pengalaman panjang, sementara yang lain adalah perupa muda yang baru memulai langkah mereka di dunia seni rupa. 

"Kami selalu membuka kesempatan bagi pelukis baru, karena regenerasi dalam seni itu penting, tetapi tentu tetap ada seleksi, agar karya yang ditampilkan benar-benar berkualitas," ucap Muit.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Taman Budaya Jawa Timur juga turut membantu terselenggaranya pameran ini.

Kepala Seksi Penyajian UPT Taman Budaya Jawa Timur, Hario Widyoseno, mengatakan bahwa Galeri Prabangkara memang disediakan sebagai ruang bagi seniman lokal untuk berekspresi. 

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada perupa yang terus berkarya, dan pameran ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," ujarnya.

Katena itu, Hario berharap dengan fasilitas seperti ini, keinginan masyarakat untuk mengunjungi pameran dan melihat karya dari para seniman yang ada di Jawa Timurbikut tumbuh, beriringan dengan ruang-ruang apresiasi yang juga bertambah banyak.

"Setidaknya mengapresiasilah. Syukur-syukur kalau mau memberikan apresiasi yang lebih. Artinya membeli, mengkoleksi dan sebagainya, itu mungkin lebih membantu ke teman-teman perupa," harap Hario. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow