Lotus Art Courses dan Konjen Australia di Surabaya Gelar Kompetisi Menggambar Anak se-Jatim, Angkat Tema Gaya Hidup Sehat
Anak-anak dan remaja se-Jawa Timur unjuk bakat menggambar bertema gaya hidup sehat, dalam ajang kolaborasi seni Lotus Art Courses dan Konjen Australia yang sarat pesan persahabatan dua bangsa.
SURABAYA, SJP - Lotus Art Courses bekerja sama dengan Australian Consulate-General in Surabaya kembali menggelar ajang tahunan Drawing Competition 2025, lomba menggambar anak dan remaja se-Jawa Timur yang tahun ini mengusung tema “Gaya Hidup Sehat Generasi Muda Indonesia dan Australia.”
Kompetisi yang telah memasuki tahun ketiganya itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan nilai-nilai kesehatan dan kebersamaan dua bangsa melalui karya seni.
Sebanyak lebih dari 200 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, mulai Surabaya, Malang, hingga Madiun, ikut serta dalam lomba yang terbagi dalam tiga kategori usia, diantaranya yakni Kategori A (5–7 tahun), Kategori B (8–11 tahun), dan Kategori C (12–15 tahun).
Dewan Juri dan Penilaian
Para peserta dinilai berdasarkan kesesuaian dengan tema, orisinalitas, artistik, keunikan, warna, bentuk, kreativitas, dan komposisi. Dewan juri terdiri dari I Putu Mahendra D.P., S.Ds. selaku Founder Lotus Art Courses, Christine Bui selaku Deputy Consul-General Australia di Surabaya, dan Satria Wicaksana, S.Pd. dari Inkala Art and Design.
Sebanyak lima karya terbaik dari masing-masing kategori ditetapkan sebagai pemenang dan menerima sertifikat serta medali pada Awarding Ceremony yang digelar di Western Sydney University, Kampus Surabaya, Jumat (24/10/2025).
Karya Terbaik Kategori A (5-7 Tahun)
- Krystal Nusayba Genpermana
- Adzkia Islamadina
- Afiqah Almaira I
- Michella J Tongku
- Andhara Mikhayla A
Karya Terbaik Kategori B (8-11 Tahun)
- Firion Constantin Q
- Dexter Mikael Yulianto
- Adinda Hana Salsabila
- Hasna Marga Silawarti
- Gempita R Ramadhani
Karya Terbaik Kategori C (12-15 Tahun)
- Ash-Sheefha Qolby C.S
- Carlitta Olivia Gunawan
- Phoebe Audriana J
- Azzahra Praneza Princess S
- Florenza Fredeline X.W
Bangkitkan Kreativitas dan Kesadaran Sehat
Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra D.P., S.Ds., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas seluruh peserta. "Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak dan remaja dalam mengekspresikan pentingnya gaya hidup sehat melalui karya seni," ujar Putu.
"Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kreativitas sejak dini," tambahnya.
Menurut Putu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Lotus Art Courses dalam memberikan ruang edukatif dan inspiratif bagi anak-anak agar mampu menyalurkan gagasan mereka secara positif.
Pererat Hubungan Indonesia–Australia Lewat Seni
Sejalan dengan apa yang disampaikan Putu, Deputy Consul-General Australia di Surabaya, Christine Bui, menilai kompetisi ini tak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mempererat hubungan dua negara melalui semangat generasi muda.
"Australia dan Indonesia adalah negara tetangga yang memiliki banyak nilai dan aspirasi yang sama," jelas Christine.
"Melalui kompetisi ini, para peserta diajak untuk mengeksplorasi nilai-nilai bersama tersebut sekaligus mengenal lebih dekat kedua negara," imbuhnya.
Christine menegaskan, kegiatan seperti ini menjadi simbol bagaimana seni dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. "Kami bangga dapat mendukung kegiatan yang menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan diri dan melihat Australia sebagai bagian yang akrab dan bersahabat dari dunia mereka," ujarnya.
Cerita Gempita, Peserta dari Madiun
Salah satu peserta yang masuk lima besar kategori B (usia 8–11 tahun), Gempita R. Ramadhani asal Madiun, mengaku senang dan bangga bisa berpartisipasi. "Perasaanku bisa menang jadi semangat lagi untuk menggambar," ujar siswi kelas 3 SD itu.
Gempita yang telah belajar di Lotus Art Courses selama satu tahun ini mengaku bakat seninya terinspirasi dari sang ibu. Dalam lomba ini, ia menggambar karya berjudul “Young & Strong, Everyday!”
Karyanya itu menggambarkan dua sosok muda, seorang Australia yang berolahraga dan seorang Indonesia yang makan buah serta sayur di depan latar pelabuhan Sydney.
"Paling susah menggambar gedungnya, soalnya bentuknya rumit," katanya sambil tersenyum.
Gempita menambahkan, perlombaan ini adalah kompetisi kelimanya yang ia ikuti. Sebelumnya, ia juga pernah menang dalam Lotus Art Courses x Konjen Jepang di Surabaya.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Selain dukungan dari Australian Consulate-General in Surabaya dan Western Sydney University, kegiatan ini juga disokong oleh Leeven & Co Creative Space serta SLB Harapan Bunda Surabaya.
Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif kegiatan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan komunitas seni rupa di Jawa Timur.
Melalui kompetisi tersebut, Lotus Art Courses dan Australian Consulate-General in Surabaya berupaya menanamkan nilai penting tentang kesehatan, kolaborasi, dan kreativitas lintas budaya.
Ajang itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berpikir positif, dan menjadikan seni sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkarakter. (***)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

