Longsor 20 Meter Tutup Jalur Vital Warga Ampelgading Malang
Sekitar 300 kepala keluarga terdampak setelah jalur antar dusun tertutup longsor, warga terpaksa memutar hingga 15 kilometer sementara waktu.
MALANG, SJP - Material longsor setinggi sekitar 20 meter menutup total jalur vital penghubung Dusun Tamanrejo dan Dusun Tamansari, RT 02 RW 01 Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (27/2/2026) sekira pukul 10.30 WIB.
Longsoran terjadi di area kebun milik Muhamat Ilyas dengan dimensi panjang 20 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 8 meter. Material tanah dan lumpur menimbun badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan laporan awal diterima dari masyarakat.
“Pukul 11.07 WIB Pusdalops PB menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan sumber informasi, serta menginformasikan ke Poslap Tirtoyudo untuk melakukan pendataan,” terang Sadono.
Akibat kejadian tersebut, akses utama yang digunakan sekitar 300 kepala keluarga atau 1.213 jiwa untuk mobilitas antar dusun tertutup total. Warga sementara harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak memutar kurang lebih 15 kilometer.
Pada pukul 14.45 WIB, BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk permohonan bantuan alat berat dalam penanganan darurat.
“Sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk permohonan alat berat untuk penanganan darurat longsor,” tegasnya.
Hingga laporan awal dibuat pukul 14.50 WIB, kondisi cuaca di lokasi berawan hingga hujan ringan. Tim Poslap Tirtoyudo telah melakukan pendataan di lapangan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat jenis excavator guna membuka kembali badan jalan yang tertutup material longsoran agar akses warga dapat segera pulih.
Hingga saat ini Pihak BPBD dan unsur terkait masih melakukan pembersihan longsor yang terjadi.
"Apabila terdapat perkembangan informasi, akan disampaikan pada pembaruan laporan berikutnya," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

