APH Situbondo Perketat Pengawasan Ramadan, Larang Petasan hingga Perang Sarung

APH Situbondo memperketat pengawasan Ramadan dengan melarang petasan, perang sarung, balap liar, dan penggunaan sound system saat sahur demi menjaga kamtibmas pascaledakan mercon di Banyuputih.

27 Feb 2026 - 21:19
APH Situbondo Perketat Pengawasan Ramadan, Larang Petasan hingga Perang Sarung
APH Situbondo terus meminimalisasi pelanggaran dan hal yang membahayakan serta menciptakan gangguan Kamtibmas ditengah masyarakat, setelah balap liar dibikin kapok kini sasar pemain petasan, perang sarung dan patrol sahur menggunakan sound system dan pawai menggunakan knalpot brong (Foto : Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP – Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Situbondo meningkatkan pengawasan selama bulan Ramadan guna meminimalisasi pelanggaran dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Langkah tegas tersebut dilakukan setelah 73 pelaku balap liar beserta penontonnya dijatuhi sanksi denda maksimal Rp3 juta oleh Pengadilan Negeri Situbondo. Penindakan itu diharapkan menimbulkan efek jera bagi para pelanggar.

Selain balap liar, APH kini mulai menyasar peredaran dan penggunaan petasan atau mercon. Penertiban diperketat menyusul insiden ledakan mercon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta lima lainnya mengalami luka bakar dan patah tulang.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menegaskan, pihaknya bersama unsur APH lainnya akan terus berupaya menekan angka kejahatan dan pelanggaran selama Ramadan.

“Selama Ramadan dilarang bermain petasan atau mercon, apalagi membuat mercon. Ini jelas membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada petasan dan balap liar. Sejumlah aktivitas lain yang kerap terjadi saat Ramadan juga menjadi perhatian, seperti ronda sahur menggunakan sound system berlebihan, konvoi kendaraan dengan knalpot brong, hingga aksi perang sarung antar remaja.

Menurutnya, perang sarung yang awalnya dianggap tradisi kerap berujung pada pertengkaran dan mengganggu ketertiban umum. Sementara penggunaan sound system saat membangunkan sahur dinilai meresahkan warga.

“Sudah banyak kejadian perang sarung yang memicu konflik antar pemuda. Begitu juga membangunkan sahur menggunakan sound system yang berlebihan sangat mengganggu masyarakat. Untuk itu, semua pihak diharapkan berperan mengajak anak-anak dan pemuda melakukan aktivitas positif selama Ramadan,” imbuhnya.

Dengan pengawasan yang diperketat, APH berharap situasi kamtibmas di Situbondo tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow