Liga Persik 2026 Segera Bergulir Jadi Wadah Pembinaan Pemain Muda

Liga Persik juga diproyeksikan sebagai ajang seleksi pemain menuju tim Elite Pro Academy (EPA) Persik Kediri.

11 Jun 2026 - 08:30
Liga Persik 2026 Segera Bergulir Jadi Wadah Pembinaan Pemain Muda
Perwakilan Peserta Liga Persik 2026 (Foto : Istimewa)

KEDIRI, SJP — Liga Persik 2026 segera bergulir sebagai upaya memperkuat fondasi pembinaan sepak bola di Kediri Raya. Kompetisi ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan talenta muda sekaligus membangun sistem pembinaan berjenjang bagi pemain di berbagai kelompok usia.

Selain itu, Liga Persik juga diproyeksikan sebagai ajang seleksi pemain menuju tim Elite Pro Academy (EPA) Persik Kediri.

Pada musim ini, kompetisi akan terbagi dalam dua kategori usia, yakni KU-15 dan KU-17. Untuk kategori KU-15, format pertandingan direncanakan menggunakan sistem kompetisi penuh (double round robin). Dalam sistem tersebut, setiap pertandingan berlangsung selama 2x25 menit, dengan masing-masing tim dijadwalkan bertanding dua kali dalam sepekan.

Di akhir kompetisi, tidak hanya juara yang akan ditentukan, tetapi juga sejumlah penghargaan individu seperti pencetak gol terbanyak (top skor), penjaga gawang terbaik, pemain terbaik, dan pelatih terbaik. Seluruh peserta juga akan mendapatkan rekaman pertandingan serta statistik lengkap sebagai bahan evaluasi dan pengembangan.

Liga Persik 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga lokasi (venue), termasuk APPA Football Arena dan Stadion Brawijaya Kota Kediri.

"Liga Persik musim 2026 ini kami harapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk bersama-sama mengembangkan Persik Kediri dan talenta-talenta muda dari Kediri Raya," ujar Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, Rabu (10/06/2026).

Souraiya Farina juga mengapresiasi kolaborasi dengan UNP Kediri dalam penyelenggaraan kompetisi ini. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNP Kediri turut dilibatkan sebagai panitia pelaksana atau local organizing committee (LOC).

Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghadirkan berbagai gagasan baru dalam pengembangan sepak bola. Keterlibatan mahasiswa juga membawa ide-ide segar, salah satunya konsep seremoni pembukaan yang digelar di auditorium, berbeda dari kebiasaan yang umumnya dilakukan di lapangan.

"Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari," ungkap Farina.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri, Samsul Bahri, menilai kompetisi usia muda merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

"Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten," ujarnya.

Menurutnya, melalui kompetisi kelompok usia, para pemain muda tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, menjaga konsistensi performa, serta memahami pentingnya kerja sama tim.

Format liga yang diterapkan juga dinilai mampu mendorong profesionalisme klub, mulai dari penyusunan strategi jangka panjang, pengaturan rotasi pemain, menjaga kondisi fisik, hingga pengelolaan tim secara keseluruhan.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Liga Persik 2026 juga diharapkan dapat memperkuat basis data talenta sepak bola di Kediri serta menjadi sarana seleksi pemain potensial untuk melangkah ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

"Pada akhirnya para pemain ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju Persik Kediri," katanya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow