Lewat Webinar Liga Persik 2026, Manajemen Edukasi Orang Tua Atlet Transisi Usia Potensial

Sepak bola membantu anak-anak berkembang, termasuk dalam perkembangan fisik, aspek kognitif, serta sosial. Dari sisi fisik, pembinaan tidak hanya berfokus pada kekuatan otot atau daya tahan tubuh, melainkan lebih kepada optimalisasi fungsi fisiologis sesuai usia. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan jenis latihan, intensitas, hingga durasi latihan yang diberikan kepada anak.

22 Jun 2026 - 13:23
Lewat Webinar Liga Persik 2026, Manajemen Edukasi Orang Tua Atlet Transisi Usia Potensial
Salah satu pertandingan Liga Persik 2026 (Foto : Istimewa )

KEDIRI, SJP — Sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Hal tersebut diungkapkan oleh Football Academy Manager I.League, Guntur Cahyo Utomo. Dalam webinar Liga Persik 2026 bertajuk "Peran Orang Tua pada Fase Transisi Anak: Dari Atlet Amatir Menuju Profesional," Guntur mengungkapkan bahwa sepak bola adalah miniatur dari perkembangan atau sebuah penerjemahan dari kehidupan sehari-hari.

Sepak bola membantu anak-anak berkembang, termasuk dalam perkembangan fisik, aspek kognitif, serta sosial. Dari sisi fisik, pembinaan tidak hanya berfokus pada kekuatan otot atau daya tahan tubuh, melainkan lebih kepada optimalisasi fungsi fisiologis sesuai usia. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan jenis latihan, intensitas, hingga durasi latihan yang diberikan kepada anak.

"Kenapa anak umur 12 tahun itu belum disarankan untuk latihan beban yang terlalu berat? Karena ada fungsi-fungsi yang belum maksimal di situ, sehingga disarankan tidak latihan yang terlalu berlebihan sesuai, tubuh mereka," jelas Guntur, Senin (22/06/2026).

Selain aspek fisik, perkembangan kognitif juga menjadi perhatian utama. Dalam sepak bola, pemain dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut kemampuan berpikir cepat, logis, dan analitis.

Situasi tersebut melatih kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana caranya ketika saya punya bola, bola saya tidak direbut oleh lawan. Ketika lawan punya bola, bagaimana caranya saya dan teman-teman itu bisa kembali menguasai bola. Itu di sepak bola. Sehingga penalaran-penalaran, berpikir secara logis, berpikir secara analitis, itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Semakin tinggi otak manusia akan berkembang, sehingga aspek kognitifnya akan semakin berfungsi dengan baik," terang Guntur.

Tak kalah penting, aspek sosial dan emosional juga berkembang melalui sepak bola. Dalam kompetisi, anak-anak bertemu dengan banyak orang dari latar belakang berbeda, sehingga mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan baru.

Interaksi tersebut mendorong perkembangan kemampuan sosial sekaligus membentuk kematangan emosional. Anak-anak belajar menghadapi tekanan, bekerja sama dalam tim, serta menghargai perbedaan.

"Salah satu hal yang penting di kompetisi adalah bertemu dengan lebih banyak orang. Beradaptasi dengan situasi yang baru. Beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan sosial. Ketemu dengan orang-orang yang berbeda sehingga mereka harus mengembangkan diri, mengembangkan aspek sosial mereka. Dalam konteks sosial ini akan berkaitan secara langsung secara emosional," tambah Guntur.

Webinar "Peran Orang Tua pada Fase Transisi Anak: Dari Atlet Amatir Menuju Profesional" merupakan bagian dari rangkaian Liga Persik 2026. Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, mengatakan bahwa Liga Persik tidak hanya membantu pengembangan bagi pemain maupun pelatih, tetapi juga mengajak orang tua untuk turut bertumbuh dan memahami perjalanan pesepak bola muda. Liga Persik mempertandingkan kelompok usia (KU) 15 dan KU17.

"Karena di usia 15-17 tahun merupakan usia krusial bagi anak-anak untuk menentukan jalur karier mereka ke depannya," ujar Direktur Persik Kediri.

Menurutnya, fase usia tersebut menjadi periode penting bagi atlet muda dalam menentukan langkah menuju jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, pemahaman orang tua mengenai kebutuhan seorang atlet profesional menjadi hal yang diperlukan.

Dengan menghadirkan Guntur Cahyo Utomo sebagai pemateri, diharapkan para orang tua mendapatkan wawasan mengenai standar seorang atlet profesional, berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses transisi, serta solusi dalam mendampingi perkembangan anak.

"Diharapkan dapat memberikan wawasan kepada orang tua mengenai kebutuhan atau standar seorang atlet profesional dan rintangan apa saja yang dihadapi serta solusinya," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow