Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Remaja, Diduga untuk Balon Udara

Ledakan petasan menggegerkan warga Ponorogo menjelang berbuka puasa. Seorang remaja 16 tahun tewas, dua lainnya kritis. Polisi menduga petasan dirakit untuk balon udara Ramadan.

01 Mar 2026 - 22:33
Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Remaja, Diduga untuk Balon Udara
Ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) terdengar hingga radius lebih dari tiga kilometer dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta dua lainnya kritis. (Foto: Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

PONOROGO, SJP - Ledakan petasan menggegerkan warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa. Suara ledakan terdengar hingga radius lebih dari tiga kilometer dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta dua lainnya kritis.

Ledakan diduga berasal dari rumah milik warga di Dusun Cuwet, RT 02 RW 02. Salah satu saksi, Siswanto, mengaku mendengar dentuman keras sebelum mendatangi lokasi kejadian. “Saya mendengar suara ledakan yang sangat dahsyat. Saat sampai di lokasi, kondisi rumah sudah hancur dan ada korban terkapar,” ujarnya.

Akibat ledakan, bagian atap rumah rusak parah, genteng berserakan hingga ke halaman. Sejumlah barang dan kendaraan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat kuatnya daya ledak.

Sebanyak tiga korban ditemukan tergeletak di teras rumah. Salah satu korban dalam kondisi parah dan berlumuran darah dan dinyatakan meninggal dunia. Dua korban lainnya langsung dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapat perawatan intensif.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rifai Kurnia Putra (16), warga Desa Plosojenar. Sementara dua korban luka adalah Ahmad Fato’ani (20), warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, dan Hindar Agusta (23), warga Desa Plosojenar

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan. Dugaan sementara, para korban tengah meracik bahan petasan yang akan digantungkan pada balon udara. “Dugaannya meracik dan merakit bahan mercon. Untuk pendalaman lebih lanjut, kami akan berkoordinasi dengan Gegana,” ujar Imam.

Ia menambahkan, tradisi menerbangkan balon udara dengan petasan saat Ramadan masih kerap terjadi di Ponorogo, meski berbahaya dan dilarang. “Kami mengimbau masyarakat untuk menghentikan pembuatan petasan. Tidak ada untungnya dan sudah ada korban jiwa,” tegasnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya selongsong petasan berbagai ukuran, plastik balon udara, serta serpihan bahan peledak yang diduga digunakan dalam perakitan. (**)

Sumber: beritasatu.com

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow