Ledakan Diduga Mercon di Situbondo Tewaskan 1 Orang, 6 Luka Bakar dan 7 Rumah Hancur

Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi mengaku trauma dan memilih mengungsi di rumah kerabatnya, karena ditakutkan ada ledakan susulan. 

18 Feb 2026 - 17:31
Ledakan Diduga Mercon di Situbondo Tewaskan 1 Orang, 6 Luka Bakar dan 7 Rumah Hancur
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang menewaskan satu orang dan 6 orang lainnya mengalami luka bakar sedangkan sekitar 7 rumah hancur akibat ledakan yang diduga mercon tersebut (foto : Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP - Kasus ledakan besar yang diduga diakibatkan oleh mercon hingga menyebabkan 1 orang meninggal dan beberapa orang lainnya mengalami patah tulang dan luka bakar, terjadi di Kampung Mimbo Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2/2026). 

Informasi yang dihimpun, kuat dugaan mercon yang meledak berasal dari rumah warga yang diduga menjadi tempat produksi petasan atau mercon. Yakni rumah milik Kulsum (60) yang kini kondisinya hancur dan kondisinya rusak parah sedangkan enam rumah lainnya mengalami rusak ringan akibat ledakan. 

Sekira pukul 12.00 WIB, sejumlah warga mengaku ledakan terdengar sangat keras hingga terdengar sampai radius satu kilometer, sehingga warga yang mendengar ledakan keras langsung berhamburan keluar rumah dan mencari sumber ledakan. 

Akibat dentuman keras itu, korban bernama Supriyadi meninggal dunia di lokasi setelah tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk. Sedangkan Samsul (22), Riko (25), Abdurrahman (15), Fais (15) dan Fino (15) mereka mengalami luka bakar serta Bu Kulsum (60) mengalami patah kaki sebelah kanan. 

"Begitu mendengar adanya korban dari ledakan mercon itu, kami bersama warga setempat melakukan evakuasi para korban yang terluka untuk dilarikan ke RSUD Asembagus agar mendapatkan perawatan intensif tim medis sedangkan korban Abdurrahman dilarikan ke RSUD dr Abdoer Rahem karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen," kata Camat Banyuputih, Aus Sawarudin. 

Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi mengaku trauma dan memilih mengungsi di rumah kerabatnya, karena ditakutkan ada ledakan susulan. 

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan ini. 

"Dari peristiwa ini petugas sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan, untuk sementara petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, " kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anwar Sidiqie yang berada di lokasi kejadian. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow