Lakukan Pemeriksaan, Satgas MBG Nganjuk Sebut Ada Kelalaian dari SPPG Desa Kampungbaru
Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ahli gizi dan supervisi SPPG tidak melakukan pengecekan sebelum pendistribusian.
NGANJUK, SJP - Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menemukan adanya kelalaian dalam proses memasak menu MBG yang dirpoduksi oleh SPPG di Dusun Takat Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.
Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, dirinya menyebut ada kelalaian pada menu MBG. Namun, sebelum dikonsumsi oleh siswa, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera menarik seluruh menu MBG dari sekolah.
"Kami sudah dapat laporan di lapangan terkait pendistribusian, dan memang ada kelalaian. Namun, belum sempat dibagikan ke siswa," kata Yudi, Rabu (17/12/2025).
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kades dan camat, dan memastikan jika tidak ada siswa yang keracunan akibat MBG. Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ahli gizi dan supervisi SPPG tidak melakukan pengecekan sebelum pendistribusian.
"Sudah kami tegaskan kepada ahli gizi dan supervisi, kasus seperti ini supaya berhati-hati, jangan sampai terulang kembali," ucap Yudhi.
Perihal sanksi, ia menyatakan, hanya peringatan secara lisan dan memberikan warning kepada pihak SPPG. Karena Satgas beranggapan tidak ada unsur kesengajaan.
Hasil penyelidikan di SPPG Desa Kampungbaru, Satgas bersama Kades dan Camat menemukan ikan lele yang bermasalah.
"Hasil kronologi di lapangan, ditemukan proses pemeliharaan (maintenance) ikan lele yang salah," paparnya.
Yudhi menyebut ikan lele yang akan dimasak oleh SPPG tidak segera dipindah ke lemari pendingin, sehingga diduga ikan lele tersebut cepat membusuk karena tidak ada proses pengawetan.
"Mungkin secara higienis, tapi saya tidak tau juga, apakah itu bau, dan lele cepat bau juga," ujar Yudhi
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan penyelidikan terkait penarikan mendadak ribuan porsi makanan di wilayah Kecamatan Tanjunganom pada Senin (15/12/2025).
Langkah ini diambil menyusul adanya informasi mengenai ketidaklayakan menu yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Penyelidikan itu bermula saat 2.500 porsi MBG yang telah didistribusikan ke sembilan sekolah, ditarik kembali secara mendadak sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

