Lagi, Ledakan Petasan Terjadi di Blitar, Rumah Hancur dan 4 Orang Alami Luka Bakar
Ledakan petasan kembali terjadi di Blitar, tepatnya di rumah warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Akibat peristiwa ini, rumah rusak dan empat orang alami luka bakar.
BLITAR, SJP - Ledakan petasan kembali terjadi di Blitar pada momen jelang Lebaran atau tepatnya saat malam takbir.
Peristiwa itu terjadi di rumah Supiyati (51) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Senin (31/3/2025) pukul 24.00 WIB.
Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar mengatakan, saat itu seorang saksi bernama Solikin mendengar suara ledakan atau letusan dari rumah Supiyati.
Kemudian, ia keluar rumah menuju rumah Supiyati, dan melihat kondisi rumah dalam keadaan hancur dan melihat dua orang anak korban mengalami luka bakar yang diduga akibat ledakan petasan.
"Tadi malam tetangga korban ini mendengar suara ledakan, lalu keluar dan melihat rumah Bu Supiyati ini sudah hancur dan dua anaknya mengalami luka," kata dia, Senin (31/3/2025).
Selain rumah korban hancur, Iptu Samsul menyebut ada empat orang yang mengalami luka bakar akibat ledakan petasan.
Yakni HW (14) yang merupakan anak pemilik rumah mengalami luka bakar pada bagian wajah, kaki, tangan. Kemudian, MF (16) mengalami luka bakar bagian wajah, kaki dan tangan, MN (16) mengalami luka bakar di kaki, tangan, kepala dan jari tangan putus. Lalu, AS (13) mengalami luka bakar pada bagian wajah, kaki dan tangan.
"Korban yang mengalami luka bakar akibat ledakan petasan langsung dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar," ujarnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya ledakan obat petasan terjadi di rumah warga Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar dan mengakibatkan dua orang remaja mengalami luka bakar.
Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi menyampaikan peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/3/2025) pukul 02.30 WIB.
Dua orang remaja yang mengalami luka bakar, masing-masing berinisial MRAR (16) dan AP (15) warga Desa Bacem. Kronologi bermula saat keduanya meracik obat petasan di ruang tamu dengan menggunakan beberapa bahan. Seperti, 100 gram KCLO kelengkeng, 50 gram aluminium powder, 100 gram belerang atau sulfur.
Setelah diaduk dan racikan tercampur rata, MRAR mengambil sampel bahan racikan dan mencoba untuk dibakar menggunakan korek api. Tiba tiba terdengar suara (kretek-kretek), lalu merembet ke racikan obat petasan di baskom dan akhirnya meledak.
"Ledakan ini menyebabkan sebagian atap rumah, kaca sebelah barat dan selatan pecah atau rusak.
Kondisi MRAR mengalami luka bakar pada bagian punggung telapak tangan kiri, mata kami dan dilakukan rawat jalan. Sementara AP, mengalami luka kaki kanan, kiri dan sebagian dada," jelasnya.
Lanjut Ipda Putut, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa obat petasan berupa KCLO kelengkeng, aluminium powder, belerang/sulfur didapatkan MRAR dengan cara membeli secara online melalui Tik Tok afilisasi dengan Tokopedia. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

