KSAD Resmikan Sumur Bor di Mojokerto, Perkuat Ketahanan Pangan di Bumi Majapahit
Jendral Maruli menyebut, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil yang berpotensi mengalami kekeringan.
MOJOKERTO, SJP - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus berkomitmen perkuat ketahanan pangan hingga pelosok negeri, terlebih pada kawasan potensi kekeringan saat musim kemarau.
Seperti di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini. TNI AD membangun sumur bor sebagai solusi masyarakat yang seringkali mengalami kesulitan air bersih.
Peresmian bangunan sumur bor langsung dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Maruli Simanjuntak, Senin (24/2/2025).
Program pembangunan sumur bor ini merupakan bukti kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam penyediaan akses air bersih.
Jenderal Maruli menyebut, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil yang berpotensi mengalami kekeringan.
“TNI AD memiliki target khusus dalam program pengeboran air, yakni membangun ribuan sumur penyedia air bersih di berbagai wilayah potensi kekeringan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
KSAD menjelaskan, di tahun 2024 lalu TNI AD targetkan pembangunan sumber air bersih sebanyak 1.000 titik, sementara di tahun 2025 ini ditingkatkan menjadi 5.000 titik yang tersebar di kawasan potensi kekeringan yang ada di Indonesia.
Penyediaan air bersih dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan, ekonomi bahkan sosial.
Disisi lain, sektor pertanian juga menjadi tujuan utama, pada kawasan potensi kekeringan dalam satu tahun petani biasanya hanya bisa dua kali bahkan hanya satu kali panen. Setelah ada sumber air kini dalam setahun bisa melakukan tiga kali panen.
“Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan lokal dan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Secara nasional, keberhasilan program ini dapat mendukung penuh ketahanan pangan yang ada di Indonesia.
“Kita optimistis ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat bisa dicapai, ini juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional, menciptakan Indonesia yang lebih kuat dan mandiri,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

