Jalan MERR Surabaya Rawan Kejahatan, Mahasiswa Ubhara Dibegal
Korban yang baru pulang kuliah dihadang dua pelaku di ujung Jalan MERR mendekati kawasan Kenjeran, Surabaya. Di bawah ancam clurit, korban menyerahkan motornya. Kawasan ini memang rawan tindak kejahatan.
SURABAYA, SJP - Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Jalan Middle East Ring Road (MERR), Surabaya. Seorang mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya bernama Krisna, warga Dupak, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, menjadi korban perampasan sepeda motor oleh komplotan begal bersenjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 9 Februari 2026 sekitar pukul 23.15 WIB, di ujung Jalan MERR yang mendekati kawasan Kenjeran, tepatnya di sekitar lampu lalu lintas. Saat kejadian, korban baru saja pulang kuliah dan melaju menuju rumahnya melalui jalur yang biasa ia lalui.
Dalam waktu singkat, salah satu pelaku mengancam korban dengan senjata tajam jenis celurit yang diarahkan ke lehernya, sementara pelaku lain memaksa korban turun dari sepeda motor. Karena merasa nyawanya terancam, korban memilih menuruti perintah para pelaku.
Korban, Krisna, mengaku sempat syok saat kejadian berlangsung. Menurut Krisna, para pelaku dengan cepat mengambil sepeda motornya serta tas miliknya sebelum melarikan diri.
“Saya langsung kaget saat dipepet dan diadang. Ada yang mengeluarkan celurit dan mengalungkannya ke leher saya. Karena takut, saya langsung turun dan motor serta tas dibawa kabur,” ujar Krisna, Selasa (10/2/2026).
Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Vario warna merah bernomor polisi L 5668 SP, beserta tas berisi uang dan sejumlah barang berharga lainnya. Usai beraksi, komplotan begal melarikan diri ke arah Kenjeran dengan kecepatan tinggi.
Kasus perampasan tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat kepolisian menyatakan laporan telah diterima dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi serta memburu para pelaku.
Sementara itu, warga sekitar menyebut kawasan MERR memang kerap menjadi lokasi aksi kejahatan jalanan, khususnya pada malam hari. Bahkan, pada Januari 2026 lalu, seorang perempuan juga dilaporkan menjadi korban begal di titik yang sama.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan tersebut pada jam-jam rawan dan menghindari bepergian seorang diri. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek
Editor: Danu
What's Your Reaction?

