Kreativitas Anak Muda Surabaya Sulap Plastik Bekas Jadi Produk Interior Ramah Lingkungan
Limbah plastik rumah tangga di tangan Salvina Adelia Susetyo disulap jadi parquet, nightstand, roster, dan terrazzo, membuka jalan baru bagi material interior ramah lingkungan.
SURABAYA, SJP — Gayung patah yang dibiarkan di pojok dapur, pot bunga retak yang teronggok di halaman, atau ember bocor yang kini hanya jadi penampung debu, semua itu sering kita biarkan menumpuk begitu saja.
Barang-barang plastik rumah tangga yang sudah tidak terpakai kerap dianggap remeh, padahal jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya berakhir di tempat sampah, lambat laun akan menjadi tumpukan limbah plastik yang sulit diurai dan mencemari lingkungan.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang sering menutup mata pada masalah ini, seorang anak muda Surabaya justru melihat peluang. Baginya, benda-benda plastik bekas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari sebuah transformasi menuju sesuatu yang lebih bernilai.
Adalah Salvina Adelia Susetyo, lulusan program Interior Design and Styling, Universitas Kristen Petra (PCU) Surabaya, yang berani mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi material interior fungsional sekaligus ramah lingkungan.
Polypropylene (PP) sendiri dikenal sebagai plastik serbaguna yang banyak dipakai untuk produk sehari-hari seperti ember, tempat sampah, dan wadah makanan. Meski kuat dan tahan lama, plastik itu sulit terurai sehingga kerap menjadi masalah lingkungan bila tidak dikelola dengan baik.
Dengan kreativitasnya, Salvina mengolah polypropylene bekas menjadi bahan interior melalui proses mencacah, mengoven, mencampur dengan semen atau resin, hingga memanaskan menggunakan heat-gun.
Dari risetnya lahirlah lima karya utama, yakni parquet, nightstand, roster, terrazzo, dan katalog RHPP (Recycled Household Polypropylene).
"Sampah selalu jadi masalah yang tidak pernah selesai. Saya ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa punya nilai baru bila dikelola dengan benar," ujar Salvina, Rabu (1/10/2025).
Produk hasil olahan Salvina memiliki fungsi nyata. Parquet bisa dipasang di dinding dan lantai, nightstand berfungsi sebagai meja kecil dan lampu, roster dipakai untuk ventilasi di halaman rumah, sementara terrazzo menjadi campuran semen dan plastik yang dilapisi resin.
Selain itu, ia juga membuat katalog RHPP sebagai dokumentasi visual berbagai eksperimen plastik rumah tangga yang dapat diaplikasikan dalam interior.
"Harapan saya, penelitian ini bisa membuka kesadaran masyarakat bahwa ada bahan alternatif yang sustainable untuk interior, tanpa harus terus bergantung pada material baru dari alam," tukas Salvina.
Dari pot berwarna coklat, gayung biru dan hijau, ember abu-abu, hingga pigura hitam, semua disulap menjadi material interior baru. Inovasi ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan langkah nyata menuju desain berkelanjutan yang berkontribusi pada lingkungan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

