Korban Tewas Ledakan Petasan di Situbondo Bertambah, Polisi Belum Bisa Beber Kronologi
Pihak penyidik berdalih bahwa sejumlah korban luka masih mengalami trauma mendalam sehingga belum bisa memberikan keterangan secara maksimal.
SITUBONDO, SJP– Insiden ledakan petasan maut di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, kembali memakan korban jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang, sementara lima korban lainnya dilaporkan menderita luka bakar serius hingga patah tulang.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menyebut bahwa salah satu korban kritis, Abdurrahman (15), dinyatakan meninggal dunia.
Sebelumnya, korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Abdur Rahem Situbondo sebelum dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember. Namun, nyawa remaja tersebut tidak tertolong saat dalam penanganan tim medis.
"Kami mendapat laporan bahwa salah satu korban ledakan petasan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit Jember," ujar perwira yang juga mantan penyidik KPK tersebut, Jumat (27/2/2026).
Dengan demikian, total korban tewas menjadi dua orang. Korban pertama adalah Supriyadi (50) yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sementara Abdurrahman menyusul setelah menderita luka bakar mencapai 90 persen.
Dahsyatnya ledakan tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan rumah milik Kulsum (60) serta merusak 11 rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap kronologi pasti peristiwa di Kecamatan Banyuputih tersebut.
Langkah sterilisasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menambahkan pihaknya telah memeriksa belasan saksi yang merupakan warga setempat untuk mendalami asal-usul ledakan.
"Kami telah memeriksa 11 orang saksi tentang insiden ledakan tersebut, mereka merupakan tetangga atau warga sekitar ledakan," tegasnya.
Meski belasan rumah hancur, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Pihak penyidik berdalih bahwa sejumlah korban luka masih mengalami trauma mendalam sehingga belum bisa memberikan keterangan secara maksimal.
Di sisi lain, lima korban luka lainnya, yakni Samsul (22), Kulsum (60), Riko (25), Fino (25), dan Faiz (20), yang sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus, dilaporkan mulai membaik. Kelimanya kini telah diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah masing-masing. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

