Imbas Longsor di Cangar, Angkutan Umum Mojokerto-Batu Berhenti Beroperasi

Angkutan umum AKDP jalur Mojokerto-Batu via Cangar libur beroperasi sejak peristiwa longsor terjadi pada Kamis, 3 April 2025 lalu

06 Apr 2025 - 17:26
Imbas Longsor di Cangar, Angkutan Umum Mojokerto-Batu Berhenti Beroperasi
Angkutan umum bus AKDP terparkir di Terminal Kertajaya akibat berhenti beroperasi. (Ist/SJP)

MOJOKERTO, SJP Insiden tanah longsor yang terjadi di Watu Lumpang, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (3/4/2025) lalu berdampak pada operasional angkutan umum. 

Angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP) atau bus hijau rute Mojokerto-Batu yang melewati Cangar sementara waktu terpaksa harus libur beroperasi.

Informasi itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasional (Dalops) Unit Pelaksana Teknis Pengendalian (UP3) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Mojokerto Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Akhmad Yazid.

Penghentian sementara operasi angkutan umum itu disebabkan akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan. Sebab, hingga saat ini material longsor masih menutupi jalan.

"Aktivitas kendaraan AKDP sementara libur sejak Kamis. Karena akses jalur utama yang dilalui mengalami longsor," kata Akhmad Yazid, Ahad (6/4/2025). 

Yazid menuturkan, ada 6 armada bus AKDP yang beroperasi di jalur tersebut. Angkutan yang dikelola Perusahaan Otobus (PO) Bagong itu biasanya 3 armada berangkat dan 3 armada kembali. 

Jarak yang ditempuh sekitar 57 kilometer. Rutenya: Terminal Kertajaya Mojokerto, Pasar Dlanggu, Kecamatan Kutorejo, Bundaran Pacet, Cangar, Bumiaji dan Terminal Baru. 

Menurut Yazid, setiap armada membawa penumpang sebanyak 15 orang. Tarif angkutan dari Mojokerto ke Batu sebesar Rp 40.000. Jika naik atau turun di Bundaran Pacet tarifnya Rp 20.000.

Yazid belum bisa memastikan kapan angkutan umum AKDP akan kembali beroperasi. Sebab, bus baru bisa kembali beroperasi setelah kondisi jalur aman untuk dilalui. 

"Setelah kondisi jalur aman bisa dilalui, bus bisa kembali beroperasi," tandasnya. 

Akibat bencana tanah longsor itu, polisi menutup total jalur akses wisata yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto ke Kota Batu tersebut.

Penutupan jalur dilakukan untuk mempermudah petugas melakukan evakuasi dan membersihkan reruntuhan tebing akibat longsor. 

Bukan hanya material tanah yang menutup jalan, sejumlah pohon berukuran besar juga ikut terseret akibat longsor. Penyebabnya diduga akibat hujan lebat di wilayah Mojokerto. 

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, penutupan dilakukan mempercepat penanganan dan keselamatan para pengguna jalan yang melintas. Apalagi pada momen libur lebaran banyak kendaraan yang melintas. 

"Jalur tertutup total saat ini. Demi keselamatan akhirnya kami tutup total," ucapnya saat diwawancarai di lokasi, Kamis (3/4/2025). (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow