Klarifikasi Video Syur Guru di Jember, Bocah Korban Banjir di Bojonegoro, dan Calo Jabatan Gentayangan di Mojokerto

Rangkaian berita pilihan SJP Kamis, 27 Februari 2025 dari Jember, Bojonegoro, dan Mojokerto

28 Feb 2025 - 07:31
Klarifikasi Video Syur Guru di Jember, Bocah Korban Banjir di Bojonegoro, dan Calo Jabatan Gentayangan di Mojokerto
Klarifikasi guru tentang video syur yang tersebar di media sosial. (foto: istimewa)

suarajatimpost.com -  Seorang guru di Jember membuka suara mengenai video syur yang viral di media sosial. Dia mengaku sebagai korban penipuan. Sementara itu, di Bojonegoro, seorang bocah berusia 9 tahun tewas tenggelam setelah terperosok di lubang yang tertutup genangan banjir.

Di sisi lain, transisi kepemimpinan kepala daerah baru di Mojokerto dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak penipuan. Sejumlah oknum menawarkan jasa untuk naik jabatan dengan mengaku dekat dengan petinggi pemerintah.

Ketiga peristiwa ini menjadi berita pilihan Suara Jatim Post  Kamis, 27 Februari 2025:

Akui Jadi Korban Penipuan, Bu Guru Salsa Klarifikasi soal Video Syur Dirinya

Jagat maya dihebohkan oleh viralnya video syur seorang guru di Jember. Video berdurasi lima menit itu beredar luas di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warganet. Menanggapi hal tersebut, guru yang bersangkutan akhirnya buka suara melalui video klarifikasi. selengkapnya

Bocah 9 Tahun Tewas setelah Terperosok di Lubang yang Tertutup Genangan Banjir di Baureno Bojonegoro

Seorang bocah berusia 9 tahun berinisial MAK tewas tenggelam saat bermain di genangan banjir di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (27/2/2025) pagi. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ketika MAK bermain bersama tujuh temannya di area persawahan yang tergenang air, sekitar 150 meter dari rumahnya. Diduga, korban terperosok ke dalam lubang yang tertutup air banjir dan tidak dapat menyelamatkan diri.selengkapnya

Bupatinya Belum Pulang Retret, Calo Jabatan di Mojokerto Mulai Gentayangan

Transisi kepemimpinan kepala daerah baru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak penipuan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto baru saja dilantik dan bahkan belum selesai mengikuti retret di Magelang. Namun, sejumlah oknum yang mengaku dekat dengan petinggi pemerintah menawarkan jasa untuk naik jabatan.selengkapnya (**) 

Editor : Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow