Kisah Pengusaha Muda di Gresik Manfaatkan Limbah Pertanian Jadi Komoditas Ekspor

Siapa menyangka, limbah pertanian yang dianggap barang tidak berguna mampu disulap menjadi komoditas ekspor hingga mendatangkan omzet ratusan juta per bulan

26 Jun 2025 - 18:16
Kisah Pengusaha Muda di Gresik Manfaatkan Limbah Pertanian Jadi Komoditas Ekspor
Suasana tempat produksi limbah pertanian menjadi komiditras ekspor di Desa Betiting , Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP—Hanya bermodal uang Rp10 juta, seorang pengusaha muda asal Desa Kroman, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, sukses menyulap limbah menjadi komoditas bernilai jual tinggi hingga ekspor ke luar negeri.

Pengusaha muda itu adalah Shubkhi Basyar. Selama dua tahun terakhir, dia berhasil mengekspor dua macam limbah pertanian dan perkebunan dengan harga jual fantastis. Keuntungan ekspor itu bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta per bulan. 

“Modal besar itu penting, tapi yang lebih penting adalah tahan banting. Kalau menyerah, tidak akan sampai ke sini,” kata pria yang akrab disapa Kaji Uki itu, Kamis (26/6/2025).

Kaji Uki menceritakan, usahanya dirintis sejak tahun 2018 di Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Dia memproduksi dua produk berbahan baku sekam padi sebagai media tanam dan campuran cetakan baja dan kulit cokelat sebagai pakan ternak. 

Siapa menyangka, Kaji Uki mampu menggaet pasar internasional. Dia bahkan mengekspor produk sekam padinya hingga ke Jepang dan Jerman. Sedangkan pakan ternak berbahan baku utama kulit cokelat diekspor ke Malaysia. 

Menurut Kaji Uki, segmen olahan produk limbah ini masih jarang dilirik oleh pengusaha lainnya. Padahal peluang di segmen tersebut sangat besar.

"Sampai sekarang ekspor arang sekam masih jalan. Permintaan terus ada dan terus meningkat,” jelasnya. 

Usaha Kaji Uki bernaung di bawah PT Ajibakuh Anugerah (ABA). Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu merupakan binaan Bea Cukai. Kaji Uki mengelolanya bersama sang istri.

Istri Kaji Uki yang semula bekerja di sebuah perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), memilih mengundurkan diri agar bisa fokus membantu suaminya mengembangkan usaha ini. 

Keduanya membangun bisnis bersama untuk memanfaatkan limbah, mengurangi sampah, dan menghasilkan manfaat ekonomi.

Kini, Kaji Uki mempekerjakan 14 orang. Mereka mayoritas warga sekitar. Dia juga menjalin kemitraan dengan kelompok usaha pengolahan limbah pertanian di wilayah Gresik dan Lamongan.

Bagi Kaji Uki, menjadi pengusaha bukan hanya tentang keuntungan. Dia ingin usahanya mampu menghadirkan peluang bagi warga di lingkungannya. Dia membuktikan bahwa pengusaha muda dengan modal pas-pasan tetap bisa melangkah jauh.

“Usaha ini memang dari limbah, tapi bagi saya, limbah bukan barang sisa. Limbah itu peluang,” pungkasnya.

Usaha sekam padi ini telah dijalankan selama kurang lebih lima tahun. Setiap bulan, Kaji Uki bisa mengekspor sebanyak 8 kali pengiriman jalur darat dan laut menggunakan kontainer. Keuntungannya sekitar Rp50 juta per bulan.

Sedangkan untuk pakan ternak olahan limbah berhasil diekspor sebanyak 9 ton ke Malaysia dengan total kebutuhan sekitar 350 ton. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow