Kisah Lansia Mojokerto Pembuat Patung Presiden dan Pahlawan Natal dari Bahan Fiber
Walau terbuat dari fiber patung buatan Kakek Bambang bisa menyerupaai kuningan. Tentu soal harga jaul lebih murah daripada patung berbahan dasar logam seperti kuningan, soal kualitas dan detail hampir menyerupai logam.
KOTA MOJOKERTO, SJP - Kisah inspiratif datang dari seorang lansia asal Lingkungan Cinde Baru, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Di usia senjanya, ia masih bisa produktif dan berkarya.
Dia adalah Bambang Sutrisno (73), seorang kakek yang sehari-hari membuat kerajinan patung para pahlawan dan tokoh ternama. Bukan dari batu atau kuningan, melainkan patung yang dibuat oleh Kakek Bambang ini, berbahan dasar fiber.
Mengapa memilih bahan dasar fiber? Tentu berawal dari berbagai pertimbangan. Menurutnya, relief yang dijual dipasaran sering ditawar dengan harga murah. Hal itu dijadikan sebuah motivasi tindakan agar relief di pasaran nampak lebih berkelas dengan menggunakan bahan dasar fiber.
“Awalnya saya prihatin melihat relief-relief dijual di pasaran dengan pewarnaan asal-asalan. Saya ingin menciptakan karya lebih berkelas dengan pewarnaan mendekati kuningan, sehingga memiliki nilai lebih,” kata Bambang Sutrisno, Jumat (20/12/2024).
Walau terbuat dari fiber, patung buatan Kakek Bambang bisa menyerupaai kuningan. Tentu soal harga jauh lebih murah daripada patung berbahan dasar logam seperti kuningan. Soal kualitas dan detail hampir menyerupai logam.
Harga Wort It
Sudah empat tahun Kakek Bambang menekuni dunia kerajinan tangan ini. Patung berupa wajah hasil karyanya dijual dengan harga variatif dan cukup Wort It, mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 2 juta, tentu tergantung ukuran dan desain. Untuk relief berukuran 20 cm lengkap dengan pigura, ia mematok harga Rp 2 juta.
Lebih menariknya pada era saat ini, ia juga menerima pesanan pembuatan relief wajah berdasarkan foto, dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Siapapun yang ingin wajahnya dijadikan relief berbahan dasar fiber bukan hal sulit bagi dia.
Pelanggannya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun karya yang sudah dibuatnya adalah tokoh nasional seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy'ari, Presiden Prabowo, dan Riyanto seorang pahlawan Natal.
Bagi dia, hal utama karya kerajinan tangannya ini adalah kualitas. Jika kualitasnya bagus, tentu akan diminati semua golongan, mulai dari masyarakat umum hingga para kolektor relief.
"Saya mengutamakan kualitas agar karya ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk kolektor relief," ujarnya.
Kombinasi Bahan dan Proses Cetak
Bahan yang digunakan adalah kombinasi, bukan hanya fiber saja, ada tanah liat, gipsum, dan fiber resin.
Ada cetakan khusus agar menjadi hasil yang maksimal. Mulai dari cetakan kayu hingga dicetak menggunakan karet silikon untuk pengecoran resin. Setelah dicetak, patung dihaluskan secara manual dan diberikan warna yang sesuai.
"Dibutuhkan 4-5 hari untuk menyelesaikan satu relief. Proses paling sulit adalah penghalusan secara manual dengan kertas gosok," ungkapnya.
"Saya mengutamakan kualitas agar karya ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk kolektor relief," ujarnya.
Bambang berharap karya seninya menjadi ikon dan oleh-oleh khas Kota Mojokerto. Ia juga menginginkan agar seniman-seniman lokal mendapatkan perhatian pemerintah berupa wadah untuk berkarya.
"Seni tidak memandang usia. Meski sudah tua, saya tetap ingin berkarya dan mengangkat wajah-wajah tokoh nasional agar terus dikenang," tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

