Kios Usaha Anyaman Bambu di Jombang Hangus Dilalap Api, Diduga Karena Lemparan Bom Molotov
Polisi tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pembakaran dia tempat usaha di Jombang menggunakan bom molotov.
JOMBANG, SJP - Tempat usaha anyaman bambu milik Wati (48) warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang hangus dilalap api. Semua perkakas usaha termasuk barang berharga tak terselamatkan.
Wati pun tak menyangka jika tempat usaha yang sudah ia rintis bersama suami sejak tiga tahun belakangan harus terbakar. Padahal dari usaha anyaman bambu dan pembuatan layang-layang itu, Wati bertumpu untuk kehidupan sehari-hari.
Dengan rasa kecewa, Wati menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran. Tempat usahanya persis bersebelahan dengan warung usaha Soto Ayam Kampung yang turut juga sebagian bangunannya terbakar.
Kejadiannya pagi hari, sekira pukul 04.00 WIB, saat Wati bersama keluarga tertidur lelap di rumah yang bersebelahan dengan kios anyaman bambu. Dengan sayub-sayub Ia mendengar suara ledakan.
"Tiba-tiba ada suara ledakan seperti suara bambu meletus," ucap Wati saat dikonfirmasi awak media di lokasi bekas kebakaran, pada Senin (14/4/2025).
Tentunya karena kaget, Wati bergegas menuju sumber suara. Alangkah kagetnya, api ternyata menyambar semua bagian bangunan kios yang dipenuhi material bambu. Tak bisa berbuat banyak, hanya bisa lari menyelamatkan diri dan anak.
"Saya juga keluar dan di situ, api sudah membesar. Bapak pemilik warung Soto coba memadamkan api pakai Sanyo (pompa air) cuma sudah tidak ngatasi api akhirnya merembet, toko saya ikut terbakar," ujar Wati.
Upaya pemadaman terus dilakukan, bahkan satu unit mobil pemadam kebakaran berusaha membantu pemadaman. Baru sekira pukul 06.00 WIB api berhasil dipadamkan. Hanya menyisakan puing-puing bekas material kios yang hangus terbakar.
"Terus saya sama pemilik warung soto itu ke dekat gerobak soto yang tidak terbakar, disitu kami lihat ada bekas minyak tanah dan ada botol minuman kecil," ungkapnya.
Kecurigaan pun muncul, kebakaran diduga karena ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
"Jadi curiganya memang ada yang sengaja membakar. Tidak tahu motifnya apa. Padahal di warung soto ini sebelumnya tidak pernah ada minyak tanah," bebernya.
"Minyak tanahnya itu didalam botol Kratingdaeng. Ada satu botol sama kain ada bekas minyak tanahnya juga," ujarnya.
Kepada wartawan, Wati mengaku mengalami kerugian ditaksir hingga Rp 60 juta. Mengingat semua material bangunan dan isi kios terbakar tidak bersisa.
"Ludes semua, ada besek, ada anyaman bambu, kulkas, material bambu, dan semua isi toko hangus semua," pungkas Wati.
Pada peristiwa kebakaran karena dugaan dipicu lemparan bom molotov ada dua bangunan yang terbakar, yakni bangunan warung soto ayam milik Suponyono (60) warga Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dan bangunan kios usaha anyaman bambu milik Wati (48) warga Desa Bandung, Diwek, Jombang.
Sementara itu, Kapolsek Diwek, Edy Widoyono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Usai api berhasil dipadamkan, di dekat gerobak soto milik korban Suponyono ditemukan 1 buah botol minuman energi merk Kratingdaeng dalam keadaan pecah dan terdapat bekas minyak tanah.
"Juga ada 1 buah kain ada bekas minyak tanah yang terbakar, atas kejadian yang diduga disengaja itu menimbulkan kebakaran," terang Kapolsek.
Korban juga sudah melaporkan kejadian dugaan pembakaran tempat usaha menggunakan bom molotov oleh orang tak dikenal ke Polsek Diwek, Polres Jombang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

