Ketidakpastian 1.877 Honorer Kota Probolinggo Berakhir, Diajukan Jadi PPPK Paruh Waktu

Pemkot Probolinggo pastikan 1.877 honorer masuk daftar usulan PPPK paruh waktu, memberi kepastian status dan peluang peningkatan karier pada 2027 mendatang.

21 Aug 2025 - 20:02
Ketidakpastian 1.877 Honorer Kota Probolinggo Berakhir, Diajukan Jadi PPPK Paruh Waktu
Kantor Pemkot Probolinggo (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo akhirnya mengusulkan 1.877 tenaga honorer untuk diajukan sebagai tenaga non-aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

Langkah ini dilakukan pada 20 Agustus 2025 setelah melalui pemetaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo. Sebanyak enam orang dinyatakan tidak lolos dalam proses tersebut.

Anggota DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot Probolinggo yang dianggap memberi kepastian terhadap masa depan ribuan tenaga honorer.

“BKPSDM telah mengusulkan permohonan seluruh non-ASN R3 dan R4, dan telah disertai pernyataan tanggung jawab mutlak oleh wali kota. Terima kasih kepada semua pihak,” ujar Sibro, Kamis (21/8/2025).

Dia menambahkan, dengan pengusulan itu, sedikitnya 1.877 tenaga PPPK paruh waktu nantinya dapat diusulkan menjadi tenaga non-ASN atau PPPK penuh waktu pada 2027 mendatang.

“Terakhir pengusulannya kan tanggal 20 Agustus. Jika kemarin tidak diusulkan, maka per Januari 2026 mereka harus berhenti. Untungnya semua sudah diusulkan,” ucap Sibro.

Kepala BKPSDM Kota Probolinggo, Fatchur Rozi, merinci hasil pemetaan yang dilakukan. Dari kategori R3, sebanyak 82 orang diusulkan, sedangkan satu orang diberhentikan sehingga tidak masuk daftar.

Sementara pada kategori R4, dari 1.800 orang, sebanyak 1.875 diusulkan. Adapun lima lainnya tidak masuk karena tiga meninggal, satu diberhentikan, dan satu mengundurkan diri. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow