Kesehatan Jadi Penentu Keberangkatan, Dua CJH Kota Batu Gagal Berangkat Haji Tahun 2026

Pelaksanaan haji 2026 bagi jamaah asal Kota Batu menegaskan bahwa kesiapan berhaji tidak hanya diukur dari pelunasan biaya dan kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kelayakan kesehatan jamaah

23 Jan 2026 - 18:17
Kesehatan Jadi Penentu Keberangkatan, Dua CJH Kota Batu Gagal Berangkat Haji Tahun 2026
ilustrasi keberangkatan jamaah haji Kota Batu (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bukan jaminan keberangkatan bagi seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Kota Batu. Untuk musim haji 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu mencatat ada jemaah yang dipastikan gagal berangkat meski telah menyelesaikan pelunasan, lantaran tidak memenuhi syarat kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmat pada Jumat (23/1/2026) mengungkapkan, dari total 159 CJH yang telah melunasi Bipih, terdapat dua jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria istithaah kesehatan. Keduanya berasal dari wilayah Sidomulyo dan Banaran.

“Faktor kesehatan menjadi penentu utama. Ada jemaah yang tidak bisa berangkat karena penyakit TBC aktif, gangguan jantung, serta kondisi demensia,” katanya.

Basuki menegaskan, penilaian kesehatan dilakukan secara ketat demi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Selain dua jamaah yang dipastikan batal, masih terdapat satu jemaah yang saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kelayakan keberangkatan.

Di sisi lain, sebagian jemaah juga memilih menunda keberangkatan bukan hanya karena kesehatan, tetapi juga ketiadaan pendamping, terutama bagi jemaah lanjut usia. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan berhaji tidak semata ditentukan oleh aspek finansial dan administrasi.

"Untuk Kota Batu, dari 159 jemaah yang telah melunasi Bipih, sebanyak 129 orang merupakan jemaah reguler murni, sementara 30 lainnya berstatus jemaah cadangan. Jemaah cadangan masih menunggu kepastian kuota tambahan dari pemerintah pusat atau adanya jemaah reguler yang berhalangan berangkat," imbuhnya.

Komposisi usia jemaah Kota Batu cukup beragam, mulai dari usia 25 tahun hingga 92 tahun. Jemaah tertua, Kasmani (92), masuk kategori lansia dan menjadi prioritas pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Pendampingan bagi jemaah lansia menjadi perhatian serius kami agar ibadah dapat berjalan aman dan lancar,” tandasnya.

Kemenag Kota Batu berharap, seluruh jemaah yang dinyatakan layak secara kesehatan dan administrasi dapat berangkat dan menunaikan ibadah haji dengan kondisi prima, sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan syarat utama dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow