Cuaca Ekstrem Rusak Rumah dan Bangunan di Sembilan Wilayah Kota Batu

Dengan sebaran kerusakan yang terjadi di sembilan desa dan kelurahan, BPBD Kota Batu menegaskan bahwa penanganan pascabencana masih terus dilakukan, terutama untuk membantu warga memperbaiki bagian rumah yang rusak

06 Mar 2026 - 19:45
Cuaca Ekstrem Rusak Rumah dan Bangunan di Sembilan Wilayah Kota Batu
Penanganan atap rusak oleh BPBD Kota Batu (Ist/BPBD/SJP)

KOTA BATU, SJP - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Batu pada Rabu malam (4/3/2026) meninggalkan dampak kerusakan yang tersebar di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat sedikitnya 18 rumah dan bangunan di sembilan desa dan kelurahan terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Kota Batu Suwoko pada Jumat (6/3/2026) mengatakan kerusakan terjadi di sejumlah kawasan permukiman warga, fasilitas umum hingga tempat usaha. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh atap bangunan yang terlepas atau ambruk akibat terpaan angin kencang.

"Di Kelurahan Temas, tiga rumah warga mengalami kerusakan. Salah satunya pada bagian atap dapur dengan ukuran sekitar 5 meter x 4 meter yang sebagian penutupnya terlepas. Selain itu, atap jemuran di lantai dua rumah warga lainnya juga rusak dengan dimensi sekitar 3 meter x 5 meter," paparnya.

Kerusakan juga terjadi pada bangunan pendopo milik warga bernama Ninik, di mana atap dan tembok di lantai tiga mengalami kerusakan hingga tembok dilaporkan retak pada bangunan berukuran sekitar 4,5 meter x 10 meter.

Kerusakan juga terjadi di Desa Pandanrejo. Atap rumah milik Siyanto pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang makan rusak dengan area terdampak sekitar 7 meter x 3 meter.

Sementara itu, atap rumah milik Heriyono mengalami kerusakan dengan dimensi sekitar 6,5 meter x 5 meter. Angin kencang juga merusak atap tempat usaha mebel milik Puji Siswanto dengan area sekitar 7 meter x 5 meter. Selain itu, rumah milik Kasiono dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. 

"Di Desa Tlekung, kerusakan cukup besar terjadi pada rumah milik Ta’at Mulyono. Atap teras rumah berukuran sekitar 9 meter x 4 meter ambruk akibat angin kencang, dan sebagian atap di lantai dua juga terdampak. Selain itu, atap rumah milik Suradi juga terbawa angin hingga ambruk dengan ukuran sekitar 8 meter x 3 meter," imbuhnya.

Masih di wilayah yang sama, angin kencang juga merusak sebuah bangunan green house. Rangka serta penutup atap bangunan berukuran sekitar 15 meter x 8 meter atau seluas kurang lebih 120 meter persegi mengalami kerusakan akibat terpaan angin.

Di Desa Torongrejo, atap rumah milik Ainul Sodikin pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang tengah mengalami kerusakan dengan area sekitar 5 meter x 5 meter. Selain itu, atap rumah milik Dwi Nur Jayadi yang berada di lantai dua juga rusak dengan dimensi sekitar 8 meter x 6 meter.

Sementara itu di Kelurahan Sisir, kerusakan terjadi pada fasilitas umum berupa bangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Sebagian atap bangunan mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar 18 meter x 10 meter.

"Di wilayah yang sama, pohon beringin di area parkir Batu Plaza dilaporkan tumbang dan menimpa bangunan toko usaha Smartprint sehingga menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tersebut," imbuhnya.

Kerusakan juga terjadi di Kelurahan Songgokerto. Dahan pohon patah dan menimpa rumah warga sehingga bagian ruang tidur dan ruang tamu mengalami kerusakan. Sejumlah peralatan tidur dan barang elektronik milik warga juga dilaporkan terdampak.

Di Desa Giripurno, atap rumah milik Didik Setiawan yang berada di lantai dua terbawa angin. Atap berukuran sekitar 5 meter x 3,5 meter itu kemudian jatuh dan menimpa kandang ternak yang berada di bawahnya.

Sementara itu di Kelurahan Ngaglik, atap lantai dua rumah milik Muslikah terlepas dan terbawa angin dengan ukuran sekitar 8 meter x 7 meter. Material atap tersebut kemudian mengenai rumah milik Sutono sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap lantai dua dengan dimensi sekitar 3,5 meter x 4 meter.

Dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Desa Pesanggrahan. Hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu dilaporkan ambruk akibat angin kencang. Material bangunan yang roboh menimpa satu unit mobil tangga milik Damkar Kota Batu sehingga menyebabkan kerusakan pada kendaraan tersebut.

"Total ada 16 kepala keluarga yang mengalami dampak langsung, pasca kejadian tersebut BPBD Kota Batu bersama sejumlah instansi langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak. Langkah yang dilakukan antara lain kaji cepat di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemberian bantuan terpal untuk penanganan darurat sementara pada rumah warga yang atapnya rusak," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow