Kerja Bakti di Lokasi Banjir Bandang Bondowoso, Ini yang Dibutuhkan Warga Terdampak

Selain air bersih, warga terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik dan pembangunan insfrastruktur jembatan.

13 Mar 2025 - 21:51
Kerja Bakti di Lokasi Banjir Bandang Bondowoso, Ini yang Dibutuhkan Warga Terdampak
Warga saat membersihkan material lumpur pasca banjir bandang di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pasca banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 12 Maret 2025 kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, bersama berbagai elemen masyarakat bergotong royong dan bekerja bakti membersihkan material batu, kayu dan lumpur di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami, Kamis (13/3/2025).

Hasil asesmen dari BPBD setempat, ditemukan beberapa rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat diterjang banjir. Beruntungnya, dalam bencana kali ini, tidak ada korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo merinci, ada 1 fasilitas umum 
Madrasah Al-Ikhlas yang rusak ringan dan motor milik warga yang semalam terhanyut banjir, kini sudah ditemukan.

“Jembatan kampung terputus, bronjong penahan air sepanjang 500 meteran terputus. Untuk sawah yang terdampak seluas 20 hektare dan RT 3 RW 1 Desa Sumber  Salak jaringan air bersih terputus,” jelas Sigit.

Menyikapi hal itu, BPBD mencatat beberapa kebutuhan yang mendesak untuk didropping ke lokasi bencana. Misalnya, bantuan logistik, peralatan dan kebutuhan air bersih.

“Kami mencatat saat ini warga terdampak butuh bantuan logistik dan bantuan peralatan untuk membersihkan material yang menutup akses jalan dan rumah warga. Selain itu, juga dibutuhkan pipanisasi untuk kebutuhan air bersih warga,” jelasnya.

Saat ini, di hari pertama kerja bakti di lokasi banjir bandang terpantau kondisi tertangani 60 persen. Pihaknya melakukan pembersihan di Dusun Salak Satu RT 2, dan kondisi 2 rumah sudah bersih 85 persen.

“Kami membersihkan bersama-sama warga dengan menggunakan mesin semprot, cangkul dan sekop. Alhamdulillah, besok sudah selesai. Selain itu, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sementara sudah mencapai 35 persen,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, juga hadir Plt Kepala Dinas BSBK bersama jajarannya yang tengah mengakomodasi kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh banjir bandang di desa yang ada di bawah kaki gunung Argopuro ini. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow