Kepala Dinas Kesehatan Jombang Jelaskan Kondisi Santri Diduga Korban Keracunan Massal Menu MBG

Makanan yang disajikan berupa Nasi Rawon dan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG).

05 Mar 2026 - 23:14
Kepala Dinas Kesehatan Jombang Jelaskan Kondisi Santri Diduga Korban Keracunan Massal Menu MBG
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada saat di depan RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu berbuka puasa, Kamis (5/3/2026) malam. Makanan yang disajikan berupa Nasi Rawon dan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para santri yang menunjukkan gejala gangguan intoleransi makanan.

"Pertama, semua kita gerakkan. Jadi semua penderita kita datangi ke pondok tersebut. Yang mengalami mual-mual, ada gejala gangguan intoleransi makanan, segera dievakuasi ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah," ujar dr. Hexawan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Menurutnya, dari total sekitar 80 santri yang menyantap hidangan berbuka, sebanyak 31 orang mengalami gejala seperti mual dan muntah-muntah. Gejala tersebut muncul tidak lama setelah mereka mengonsumsi makanan.

"Gejalanya itu ya biasanya intoleransi makanan, habis makan langsung mual-mual, muntah-muntah. Itu gejala klasik kalau orang habis makan sesuatu yang tidak cocok, tubuh menolak," jelasnya.

Hingga Kamis malam, sekora pukul 23.00 WIB, kondisi para santri berangsur membaik. Sebanyak 10 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah bugar, sementara 21 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Informasi terbaru, dari 10 pasien sudah bisa pulang karena kondisinya bagus. Sedangkan 21 orang masih dalam penanganan utama, insyaallah semua tertangani dengan baik," tambahnya.

Sebagai langkah investigasi, Dinas Kesehatan Jombang telah mengambil sejumlah sampel makanan yang disantap para santri, termasuk rawon, telur asin, serta sampel muntahan pasien. Sampel tersebut rencananya akan dibawa ke laboratorium di Surabaya untuk diuji guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

"Kita belum bisa mendeteksi penyebab pastinya. Rawon dibuat sendiri oleh pihak pondok pesantren. Sementara untuk telur asin, kami masih mendalami apakah berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dari pondok sendiri. Kita harus mencari penyebab pastinya dari mana," tegas dr. Hexawan.

Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh santri dalam kondisi sadar dan mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Alhamdulillah semua sehat, yang penting tertangani dengan baik. Langkah selanjutnya masih menunggu hasil lab besok," pungkasnya.

Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat menu MBG merupakan bagian dari program pemerintah yang didistribusikan ke sejumlah pondok pesantren. Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih terus melakukan pendataan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow