Kena Percikan Kembang Api, Toko Petasan di Kertosono Nganjuk Terbakar

Api dari pembakaran sampah merembet ke petasan yang disimpan di toko itu hingga muncul bunyi gemuruh letusan.

19 Jan 2026 - 22:20
Kena Percikan Kembang Api, Toko Petasan di Kertosono Nganjuk Terbakar
Petugas Damkar Nganjuk di lokasi kebakaran (Foto Humas Damkar For SJP)

NGANJUK, SJP - Sebuah lapak yang menjual kembang api dan petasan di Jalan Gatot Subroto, Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terbakar pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 08.35 WIB. 

Berdasarkan pantauan lapangan, tim siaga 2 pemadam kebakaran Kabupaten Nganjuk, bersama jajaran TNI Polri, ikut serta memadamkan api yang bekerjasama dengan masyarakat hingga pemilik rumah.

Penyebab kebakaran diduga dipicu aktivitas membakar sampah. Api dari pembakaran sampah merembet ke petasan yang disimpan di toko itu hingga muncul bunyi gemuruh letusan hingga peristiwa ini pun sempat menghebohkan warga sekitar. 

Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari mengatakan insiden kebakaran ini terjadi, Senin (19/1/2026) sekira pukul 08.35 WIB. 

Kala itu, pemilik toko, Ahmad Faisol (44) tengah membakar sampah di belakang toko pemiliknya. Bersamaan, Ahmad justru beranjak dari lokasi pembakaran sampah. 

"Pemilik pergi kekamar mandi untuk buang air kecil," katanya. 

Ia melanjutkan, tak berselang lama terdengar suara dentuman berkali-kali disertai percikan api yang berasal dari nyala petasan. Pemilik bergegas keluar dan terlihat api sudah membakar toko beserta petasan. 

"Dugaan awal penyebab kebakaran dari hasil percikan api pembakaran sampah yang tertiup angin lalu menjalar ke petasan," paparnya. 

Ia mengungkapkan, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Damkarmat. Mendapat laporan, sejumlah personel dan satu armada Damkarmat dikerahkan ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat langsung berupaya menjinakkan api. 

"Proses pemadaman berlangsung 30 menit. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja pemilik menelan kerugian sekira Rp 20 juta," paparnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow