Keluhan Menu MBG di Bendungrejo Nganjuk Jadi Bahan Evaluasi Satgas

Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat.

14 Apr 2026 - 13:49
Keluhan Menu MBG di Bendungrejo Nganjuk Jadi Bahan Evaluasi Satgas
Wakil Satgas MBG Nganjuk Judi Ernanto (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Nganjuk memberikan klarifikasi terkait munculnya keluhan mengenai menu makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP-PG) Bendorejo. 

Pihak Satgas menegaskan bahwa hingga saat ini proses distribusi berjalan normal dan tidak ditemukan gangguan kesehatan serius, seperti keracunan.

Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat. 

Berdasarkan data di lapangan, program ini melayani lebih dari 1.500 penerima manfaat di SPP-PG Bendorejo. 

Terkait adanya keluhan personal, Judi menjelaskan bahwa dalam sistem distribusi massal, penyesuaian porsi secara individu sulit dilakukan. Namun, ia memastikan standar gizi tetap menjadi prioritas utama. 

Judi juga menegaskan tidak ada laporan maupun kasus keracunan di lokasi tersebut, meski pihaknya telah berkoordinasi melalui telepon dengan pihak kecamatan untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Kami mencatat bahwa di lokasi lain yang menerima menu serupa tidak ditemukan komplain, sehingga keluhan ini akan dijadikan bahan evaluasi spesifik untuk unit terkait," ujar Judi, Selasa (14/4/2026). 

Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.

Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. 

Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim SPPG, namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.

"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap guru tersebut saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (13/4/2026).

Tidak sampai di situ, kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.

"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. 

Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. 

Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.

Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto, memberikan klarifikasi saat dihubungi melalui WhatsApp. 

Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.

Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow