Keluarga Korban Penganiayaan di Nganjuk Cari Keadilan

Insiden kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu ini menyisakan duka mendalam. Pihak keluarga mengaku merasa terpukul dan sempat bingung harus melangkah ke mana untuk menuntut keadilan, mengingat keterbatasan akses dan pemahaman mengenai prosedur hukum.

18 Apr 2026 - 21:15
Keluarga Korban Penganiayaan di Nganjuk Cari Keadilan
Ilustrasi penganiayaan anak di bawah umur (Foto : Tiwa/SJP)

NGANJUK, SJP - Raut kesedihan mendalam tampak jelas di wajah keluarga korban penganiayaan saat ditemui di kediamannya baru-baru ini. Duduk bersimpuh di lantai rumah sederhana mereka, pihak keluarga menceritakan kronologi memilukan yang menimpa anak mereka, SNR (14) warga Kecamatan Kertosono sampai hingga mengakibatkan luka fisik dan trauma psikologis yang hebat.

​Insiden kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu ini menyisakan duka mendalam. Pihak keluarga mengaku merasa terpukul dan sempat bingung harus melangkah ke mana untuk menuntut keadilan, mengingat keterbatasan akses dan pemahaman mengenai prosedur hukum.

​"Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Apa yang dialami anggota keluarga kami sangat berat, dan kami berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai aturan yang berlaku," ujar ibu kandung korban YT, Sabtu (18//2026).

​Selain fokus pada ranah hukum, keluarga juga tengah berupaya memulihkan kondisi kesehatan korban. Luka fisik mungkin perlahan mengering, namun luka batin dan rasa takut yang dialami korban memerlukan penanganan khusus, termasuk dukungan moral dari lingkungan sekitar.

Saat diwawancarai suarajatimpost di rumah kontrakannya, YT mengatakan, anaknya diundang ke rumah terduga pelaku (ST) yang juga tetangganya dan diajak pesta minuman keras bersama teman-temannya pada Sabtu sore (11/4/2026) lalu.

”Anak saya awalnya diundang bersama temannya di rumah, namun bukannya diajak ketemuan, anak saya diajak pesta miras, tapi ditolak. Lalu tiba-tiba dipukuli hingga mukanya lebam dan lecet di bawah mata," kata YT didampingi korban, Sabtu (18/4/2016) malam.

Dari keterangan Ibu korban, ST diduga memukuli korban dengan membabi buta serta menyeret dan membenturkan kepalanya ke tembok.

"Anak saya sempat tidak sadarkan diri di tempat kejadian dan harus dilarikan ke RSD Kertosono karena mengalami luka serius pada bagian muka karena terkena pukulan keras," ungkapnya.

"Saya taunya, posisi anak saya dirawat di IGD RSD Kertosono," imbuh YT.

Lebih lanjut Ibu tiga anak ini bercerita, pihak keluarga melaporkan terduga pelaku ke Mapolres Nganjuk di Unit PPA. Sesuai dengan bukti laporan pada hari Minggu (12/4/2026) pelapor adalah ibu kandung korban. Namun, YT mengaku kalau dirinya sudah tidak bisa apa-apa, karena terkendala kondisi kesehatan dan ekonomi.

”Saya minta untuk ditindak tegas setimpal dengan perbuatanya, saya ini orang susah, buat menghidupi tiga anak saja berat, apalagi saya ini seorang janda,” terangnya di rumah kosnya.

Sementara itu, Riyadus salah seorang anggota Unit PPA Polres Nganjuk membenarkan adanya laporan tindak kekerasan dari warga Kertosono masuk ke Unit PPA.

Ditanya proses penindakanya dijelaskan oleh anggota Unit PPA Polres Nganjuk masih dalam tahap penyelidikan. Sekaligus melengkapi alat bukti dan saksi saksi.

”Untuk tahap awal masih proses penyelidikan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi,” ujar Riyadus.

Di sisi lain, Pujiono, kuasa hukum pelapor yang merasa iba, akan mendampingi keluarga korban dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. 

"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Kami akan memastikan bukti-bukti yang ada diproses secara profesional agar korban mendapatkan hak keadilannya," tegas Pujiono.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak berwajib, dan pihak keluarga berharap masyarakat ikut mengawasi jalannya proses hukum agar kebenaran dapat terungkap sejelas-jelasnya. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow