Kehadiran Khofifah di Malang Tegaskan Komitmen Jatim Jadi Lumbung Talenta Nasional

Sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui penerapan manajemen talenta berbasis kompetensi dorong reformasi birokrasi adaptif dan penciptaan lumbung talenta nasional.

24 Jul 2025 - 20:33
Kehadiran Khofifah di Malang Tegaskan Komitmen Jatim Jadi Lumbung Talenta Nasional
BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H (kiri), dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sesi door stop usai agenda rapat Koordinasi Evaluasi CASN dan Manajemen Talenta di Pendopo Agung Malang (doc. Hafid/SJP)

MALANG, SJP—Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menjadikan wilayahnya sebagai lumbung talenta nasional. Hal ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Evaluasi CASN dan Manajemen Talenta di Pendopo Agung Malang, Kamis (24/7/2025).

“Untuk manajemen talenta, kita di-support oleh Pak Ari Ginanjar lewat ESQ Corporation. Saat ini sudah 34 ribu ASN mendapatkan pendekatan metode Talent DNA. Metode ini menjadi pintu masuk mengidentifikasi karakter masing-masing ASN, CASN maupun P3K,” ujar Khofifah, Kamis (24/7/2025).

Dia menambahkan, saat ini telah disiapkan 200 mentor untuk memperkuat penerapan manajemen talenta. Pendekatan ini juga diterapkan sejak jenjang pendidikan dasar.

“Kita harapkan Jawa Timur menjadi lumbung talenta nasional, bukan hanya dari ASN tetapi juga siswa didik. Identifikasi talent sudah dilakukan sejak PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, dan akan diperluas ke sekolah swasta,” tambahnya.

Khofifah juga menegaskan pentingnya konsolidasi birokrasi. Sebab menurutnya, energi birokrat harus semakin efektif, efisien, adaptif, kompeten, dan berdampak.

“Program-program besar seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat harus didukung ASN yang ditempatkan melalui manajemen talenta,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih efektif.

“Seleksi CASN kemarin sudah kita evaluasi, penempatan dan redistribusi juga kita evaluasi. Ke depan, metode manajemen talenta menggantikan open bidding dan job fit. Ini akan lebih cepat, efektif, dan hasilnya lebih baik,” jelas Zudan.

Dia menyebutkan, saat ini sudah hampir 200 instansi yang membangun manajemen talenta, namun baru sekitar 30 instansi yang menerapkan penuh. 

“Tahun ini kita targetkan lebih dari 100 instansi. Dari Jawa Timur saja sudah bertambah 39 instansi, ini capaian besar,” ujarnya.

Zudan juga memastikan pengisian jabatan kosong dapat dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta. 

“Pelaksana tugas bisa diangkat tiga bulan, diperpanjang dua kali menjadi enam bulan. Jika memenuhi syarat, bisa langsung definitif tanpa open bidding,” tegasnya.

BKN telah memetakan 5,2 juta ASN berdasarkan talenta, mulai dari keuangan, pemerintahan, teknik hingga pertanian. 

“Dengan basis data ini, jika Presiden membutuhkan talenta tertentu, kita sudah siap. Kita targetkan 1 juta talent disiapkan melalui manajemen talenta,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi turut menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penerapan manajemen talenta.

“Pemerintah Kabupaten Malang menyadari betul akan pentingnya manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Kita tidak hanya memerlukan ASN dalam jumlah yang cukup, tetapi juga yang memiliki kompetensi unggul, integritas tinggi, dan potensi kepemimpinan yang kuat,” ujarnya.

Dia menambahkan, sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk menciptakan birokrasi adaptif. 

“Kami sangat menyambut baik upaya sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ekosistem ASN yang berkinerja tinggi melalui pendekatan meritokrasi dan pengembangan karier berbasis kompetensi serta potensi,” tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow