Kediri Berpotensi Jadi Embarkasi Haji Wilayah Jawa Timur Bagian Barat
Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH An’im Falachuddin Mahrus mendorong pemerintah Kabupaten Kediri dan Kementerian Haji dan Umroh untuk terus berkoordinasi terkait rencana penerbangan haji dari Bandara Internasional Dhoho, Kediri.
KEDIRI, SJP - Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH An’im Falachuddin Mahrus mendorong pemerintah Kabupaten Kediri dan Kementerian Haji dan Umroh untuk terus berkoordinasi terkait rencana penerbangan haji dari Bandara Internasional Dhoho, Kediri.
Tokoh yang biasa disapa Gus An'im tersebut, mengungkapkan Kediri dengan Bandara Internasional Dhoho, bisa menjadi tempat pemberangkatan haji, khususnya Jawa Timur bagian barat.
"Harapan kita seperti itu. Langkah pertama, alhamdulillah kemarin sudah disurvei, insya Allah disetujui oleh Kemenhaj. Untuk tindak lanjutnya, kami juga sudah berbicara dengan Pemkab Kediri," ungkap Gus An'im, Selasa, (7/4/2026).
Survei tersebut, menurut Gus An'im, terkait kelayakan Bandara Internasional Dhoho untuk pendaratan pesawat pengangkut jemaah haji.
"Insyaallah sudah memungkinkan," tambahnya.
Jika nantinya Kediri telah ditetapkan menjadi Embarkasi pemberangkatan haji, Komisi VIII DPR RI, juga akan mengusulkan lahan untuk asrama haji.
Untuk asrama haji, menurut Gus An'im, ada dua opsi yang bisa dipilih yakni menggunakan asrama berupa hotel yang ada sekitar Kediri dan perumahan yang sekiranya layak untuk asrama haji sementara.
"Dan proses pembangunannya ada koordinasi antara pemerintah Kabupaten Kediri dan Kemenhaj. Harapan kami sudah terbangun asrama, minimal sudah punya asrama haji sendiri. Bagaimana pemerintah nanti bisa mengkoordinasikan," jelasnya.
Di sisi lain, Gus An'im mengapresiasi usaha Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan banyak fasilitas untuk calon jemaah haji, salah satunya terkait pemberangkatan calon jemaah haji.
"Kami juga mengucapkan terima kasih bahwa alhamdulilah, pemerintah Kabupaten Kediri memberikan hibah sebidang tanah untuk kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri," tuturnya.
Tahun ini sendiri dari Kabupaten Kediri terdapat 1205 calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Salah satu di antaranya, menjadi calon jemaah haji tertua, tidak hanya dari Kabupaten Kediri tapi juga dari Indonesia.
Calon jemaah haji tersebut adalah seorang ibu asal Kecamatan Semen, bernama Marsiah.
"Kami ucapkan selamat kepada jamaah haji tertua di Kabupaten Kediri yang berumur 104. Harapan kami semoga sehat selalu dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya," pungkas Gus An'im. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

