Kebakaran Landa Rumah di Kanigaran Probolinggo, Kerugian Capai Puluhan Juta
Musibah kebakaran menimpa kediaman Bapak Atmari (68) di Gang Pendekar, Kelurahan Sukoharjo, Probolinggo pada Rabu (21/1) siang. Api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar bagian barat dan dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam rumah
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Sebuah insiden kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah tinggal di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan KH. Hasan Genggong, Gang Pendekar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo pada Rabu siang (21/1/2026).
Api yang diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik (korsleting) tersebut melalap bangunan milik Atmari (68), seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak dan pengumpul barang bekas.
Peristiwa nahas ini bermula sekira pukul 12.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari area kamar yang terletak di sisi barat rumah. Saat jago merah mulai berkobar, istri dan anak pemilik rumah sebenarnya sedang berada di dalam ruangan.
Beruntung, mereka menyadari kehadiran api lebih awal dan segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh bangunan.
Pemilik rumah, Atmari, menceritakan detik-detik mencekam saat ia menyadari rumahnya terbakar. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan banyak harta benda karena api merambat dengan sangat cepat.
“Saat itu saya sedang berada di sekitar kandang ayam. Tiba-tiba muncul api dari kamar sebelah barat. Saya sempat berusaha masuk, tapi api sudah membesar,” ujar Atmari dengan nada sedih.
Keberadaan tumpukan barang rongsokan dan material mudah terbakar di dalam rumah membuat api sulit dikendalikan secara mandiri oleh warga. Dalam waktu singkat, bagian belakang rumah ludes terbakar.
Selain bangunan, api juga menghanguskan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 5790 RD dan sebuah sepeda angin yang menjadi alat transportasi keluarga tersebut.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo segera menerjunkan tiga unit armada setelah menerima laporan warga. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena sempitnya akses menuju lokasi yang berada di dalam gang permukiman.
“Kendala saat pemadaman adalah akses lokasi yang masuk ke permukiman warga. Meski api sudah padam, anggota tetap melakukan penyemprotan untuk mengantisipasi api muncul kembali. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Kasi Damkar Pemkot Probolinggo, Rindra Hermawan.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil melokalisasi api sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang diderita keluarga Atmari ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Damkar masih mendalami penyebab pasti munculnya api, meskipun dugaan awal mengarah pada masalah instalasi listrik. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

