Cerita di Balik Program Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo, Terinspirasi Tukang Becak Lansia di Tulungagung

Peristiwa tersebut terjadi pada awal 2024, saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan belum menjadi presiden. Foto tukang becak lansia yang masih harus bekerja keras di jalanan Tulungagung sangat mengguncang perasaan Prabowo.

10 Jan 2026 - 23:16
Cerita di Balik Program Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo, Terinspirasi Tukang Becak Lansia di Tulungagung
Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik S. Deyang berbincang dengan salah satu penerima bantuan becak listrik gratis dari Presiden Prabowo di Tulungagung. (Beny/SJP).

TULUNGAGUNG, SJP - Program bantuan becak listrik gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ternyata berawal dari sebuah peristiwa sederhana namun menyentuh hati. Ide tersebut terinspirasi dari potret tukang becak lansia di Kabupaten Tulungagung yang masih bekerja di usia senja, bahkan ada yang mengayuh becak sambil menggunakan kruk sebagai alat bantu jalan.

Kisah ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, dalam acara penyerahan becak listrik gratis kepada para tukang becak lansia di Tulungagung, Sabtu (10/1/2026).

“Tulungagung ini ada sejarah buat Pak Presiden. Program becak listrik ini gara-gara saya kasih tahu gambar tukang becak di Tulungagung yang sepuh, pakai krek, alat bantu jalan. Ada dua sampai tiga orang, dan beliau menangis melihat itu,” ujar Nanik.

Menurut Nanik, peristiwa tersebut terjadi pada awal 2024, saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan belum menjadi presiden. Foto tukang becak lansia yang masih harus bekerja keras di jalanan Tulungagung sangat mengguncang perasaan Prabowo.

“Pak Prabowo itu nangis ndelok (melihat) tukang becak Tulungagung yang saya lihatkan waktu itu pakai krek dan sangat sepuh. Beliau bilang ke saya, ‘Mbak Nanik, saya ini jalan saja ngos-ngosan, ini bapak-bapak harus nggenjot becak’,” ungkapnya.

Prabowo juga teringat pengalaman serupa saat melihat tukang becak lansia di Surabaya yang sakit dan hidup tanpa rumah. Ia merasa prihatin karena Indonesia yang telah berusia lebih dari 80 tahun kemerdekaan masih menyisakan kenyataan pahit bagi para lansia miskin.

“Beliau sedih dan berkata, bagaimana mungkin negara yang sudah 80-an tahun, masih banyak orang sepuh yang harus mencari makan dengan mengayuh becak,” kata Nanik.

Dorongan empati itulah yang kemudian membuat Prabowo mengambil langkah nyata. Ia memutuskan untuk memesan becak listrik menggunakan dana pribadi, jauh sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden RI.

“Ini tidak ada hubungannya dengan beliau jadi presiden atau tidak. Waktu itu beliau masih Menhan. Awal 2024, beliau memesan becak listrik dari kantong beliau sendiri,” tegas Nanik.

Prabowo bahkan menggambar sendiri konsep becak listrik di atas kertas putih di rumahnya di Kertanegara, Jakarta. Ia mempertanyakan kemungkinan meringankan beban kerja para tukang becak tanpa harus mengubah profesi mereka.

“Saya bilang ke beliau, mengubah profesi tukang becak itu tidak mudah. Mereka ada yang 40 sampai 50 tahun jadi tukang becak. Akhirnya beliau bilang, ‘Kalau begitu kita ringankan saja penderitaan mereka’,” ujarnya.

Pada awalnya, Prabowo memesan becak listrik melalui PT Len Industri. Namun proses produksi berjalan lambat karena becak listrik merupakan produk baru di Indonesia.

“Beliau sampai marah karena setahun yang jadi cuma 560 unit dari target 1.000. Akhirnya ditelusuri dan dipesanlah ke PT Pindad,” jelas Nanik.

PT Pindad yang dikenal sebagai produsen alat pertahanan dan kendaraan taktis kemudian dipercaya memproduksi becak listrik tersebut.

“PT Pindad itu yang bikin kendaraan Presiden, Maung. Sekarang bikin becak listrik. Ini bukti betapa cintanya Presiden kepada rakyat kecil,” ucapnya.

Harga satu unit becak listrik produksi Pindad mencapai sekitar Rp22 juta, dan diberikan gratis kepada tukang becak lansia.

Di Kabupaten Tulungagung, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan pada tahap awal. Nanik menegaskan bahwa becak tersebut merupakan hadiah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, bukan dari pemerintah daerah.

“Ini becaknya dari Pak Presiden, nggih. Bukan dari pemerintah. Dari beliau pribadi,” tegasnya.

Ia juga meminta agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan.

“Saya wanti-wanti, becak ini tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan. Kalau sampai dijual, saya minta Pak Bupati dan aparat menindak. Jangan sampai sudah sepuh malah masuk penjara,” ujarnya.

Nanik menegaskan bahwa program becak listrik merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil, khususnya lansia yang masih bekerja keras demi bertahan hidup.

“Ini wong cilik beneran, bukan sekadar disebut wong cilik. Presiden tidak mau orang umur 70 tahun masih harus mencari makan di jalan dengan ngontel (mengayuh) becak,” ujarnya.

Menurutnya, Prabowo bahkan rutin menanyakan perkembangan distribusi becak listrik.

“Sepuluh hari lalu beliau tanya, ‘Mbak, piye becak?’ Saya jawab, alhamdulillah sudah tersalurkan 6.000 unit dan 3.000 lagi sedang proses,” katanya.

Prabowo disebut telah memesan hingga 70.000 unit becak listrik untuk dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Semua harus pakai becak listrik. Insyaallah nanti semua tukang becak di Tulungagung juga kebagian,” tutup Nanik.

Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban fisik para tukang becak lansia, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, seiring dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi rakyat kecil agar lebih manusiawi dan berkeadilan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow