Kasus TBC di Jombang Melonjak, Tembus 1.474 Penderita dalam 8 Bulan
Kasus TBC di Jombang melonjak. Dinkes mencatat 1.474 kasus baru hingga Agustus 2025 dari 11.300 warga diperiksa. Upaya investigasi kontak dan pengobatan masif dijalankan.
JOMBANG, SJP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat 1.474 kasus baru tuberkulosis (TBC) sejak Januari hingga Agustus 2025, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 11.300 warga bergejala.
Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi lonjakan kasus itu. Dia menyebut, ribuan penderita ditemukan setelah petugas menelusuri laporan warga dan melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Hingga pertengahan Agustus 2025, tercatat 1.474 kasus baru dari 11.300 warga yang diperiksa,” ujar dr. Hexawan kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Menurut dr. Hexawan, penanganan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan. Petugas langsung melakukan investigasi kontak di lingkungan sekitar pasien untuk memastikan langkah pengobatan dapat segera dijalankan.
“Ada kasus, kita langsung melakukan investigasi kontak untuk memastikan langkah pengobatan,” bebernya.
dr. Hexawan menambahkan, pasien positif TBC mendapat pengobatan secara berkesinambungan di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit daerah, agar risiko penularan bisa ditekan.
“Dilakukan penyembuhan sebanyak mungkin supaya tidak terjadi penularan,” ujarnya.
Dia menegaskan, fasilitas kesehatan di Jombang telah menyiapkan mekanisme pengobatan rutin, pemantauan, dan peningkatan daya tahan tubuh pasien untuk mempercepat kesembuhan.
“Faskes sudah mengaver, yang penting pengobatan rutin, monitoring pengobatan, daya tubuhnya bagus,” tandasnya.
Sebelumnya, data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menunjukkan terdapat 1.921 kasus TBC hingga September 2024 dari 12.418 warga terduga TBC yang diperiksa. Angka itu mencapai 55,67 persen. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

