Kasus DBD Melonjak, Sejumlah Wilayah di Gresik Berstatus KLB
Kasus DBD di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melonjak. Sejumlah Kecamatan naik status menjadi kejadian luar biasa (KLB).
GRESIK, SJP—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gresik sedang mengalami lonjakan. Sejumlah wilayah kecamatan ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD.
Penerapan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menghilangkan atau mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pun digencarkan.
Pengasapan atau fogging juga mulai dilakukan ke daerah KLB DBD pada Sabtu (24/5/2025). Seperti di Kecamatan Kebomas.
"Memang banyak di wilayah Kabupaten Gresik status DBD meningkat maka tidak hanya fogging saja, PSN harus digalakkan. Di Kecamatan Kebomas masuk KLB karena sejak bulan tiga mengalami peningkatan kasus," kata Joko Agus Mashudi.
Dia mengatakan, ada sebanyak 21 kasus terkonfirmasi akibat DBD yang berada di Kecamatan Kebomas. Sedangkan untuk kasus demam dengue (DD) bentuk ringan infeksi virus dengue tercatat di wilayah kerja 11 desa di Kecamatan Kebomas mencapai ratusan kasus.
Dia menyebut, kasus DBD dan DD itu tercatat selama bulan Januari–April 2025 di Puskesmas Kebomas diduga akibat cuaca yang sering turun hujan.
"Bulan lima sampai sekarang saya belum mencatatkan laporan sampai sekarang," jelasnya.
Menurut dia, penerapan PSN wajib dilakukan oleh masyarakat. Karena dengan begitu bisa mengurangi sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Dia menegaskan, penerapan PSN lebih efektif dibandingkan fogging. Karena bisa membasmi nyamuk dari sarangnya atau meminimalisir jentik nyamuk.
"Kalau fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa saja. Tetapi jentik tidak bisa. Lebih efektif PSN dengan menguras, mengubur, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas," paparnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat dalam rentang Januari hingga April 2025, sebanyak 193 warga Gresik terjangkit kasus DBD.
Kabid P2P Dinkes Gresik, dr Puspitasari Whardani, mengimbau perlunya partisipasi aktif dari warga agar pencegahan lebih efektif.
“Yang paling utama adalah rutin melakukan PSN secara berkelanjutan. Puskesmas juga kami minta untuk melakukan fogging di kampung,” pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

