Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung hingga 1.000 Meter

Gunung Semeru erupsi pada 17 Juli 2025, menyemburkan abu setinggi 1.000 meter. Warga diminta menjauh minimal 8 km dari kawah dan 500 meter dari sungai aliran lahar. Status tetap level II (Waspada)

17 Jul 2025 - 17:32
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung hingga 1.000 Meter
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu, 13 Juli 2025. (Beritasatu.com/SJP)

LUMAJANG, SJP - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, 17 Juli 2025. Letusan tersebut menyemburkan abu tebal setinggi sekitar 1.000 meter ke udara.

Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung, terutama di dekat aliran sungai yang rawan lahar, diminta untuk menjaga jarak sesuai arahan dari pihak berwenang.

Informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa letusan terjadi pukul 07.42 WIB.

Kolom abu yang muncul dari Kawah Jonggring Saloko tampak membumbung tinggi dan berwarna putih keabu-abuan, dengan arah sebaran ke barat daya.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 158 detik,” tulis Mukdas Sofian, petugas pemantau aktivitas Semeru dari PVMBG dalam keterangannya.

Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 04.30 WIB, Semeru juga sempat meletus dengan semburan abu setinggi 800 meter. Saat itu, kolom abu tampak ke arah barat dengan warna kelabu dan intensitas sedang hingga pekat.

Walaupun belum ada laporan kerusakan atau korban, masyarakat diminta tetap waspada. Status Gunung Semeru saat ini masih berada di tingkat II atau ‘waspada’. Aktivitas gunung api bisa meningkat sewaktu-waktu, sehingga masyarakat diimbau tidak lengah.

PVMBG telah menetapkan zona aman sejauh delapan kilometer dari pusat letusan. Warga juga dilarang mendekati area sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lahar.

“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelasnya. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

Sumber : Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow