Karya Batik Warga Probolinggo Ini Dikenal hingga Luar Negeri, Tak Sangka Begini Dulu Perjalanannya

Dibalik suksesnya Pak Breng dalam menekuni dunia batik di Kota Probolinggo hingga dipesan oleh pecinta batik luar negeri, rupanya ia dulunya merupakan karyawan yang pernah di PHK.

15 Feb 2025 - 20:03
Karya Batik Warga Probolinggo Ini Dikenal hingga Luar Negeri, Tak Sangka Begini Dulu Perjalanannya
Pak Breng, saat foto bersama para model batik di acara Etnic Nusantara (Etnura) di Dyandra Covention Hall Surabaya pada Rabu (12/02/2025) lalu. (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Mempertahankan karakter budaya bangsa Indonesia salah satunya batik, rupanya menjadi komitmen tersendiri bagi pasangan suami istri pengrajin batik di Kota Probolinggo. 

Hal itu, ditunjukkan oleh Mujiono yang pada Sabtu, (15/02/2025) dikunjungi Suara Jatim Post di galeri batik 'Larasati' miliknya di Jalan Serma Abdurrahman, Wiroborang, Mayangan. 

Keteguhannya dalam menjaga kualitas batik itu, ia lakukan ketika menghadiri fashion festival yang digelar Etnic Nusantara (Etnura) di Dyandra Covention Hall Surabaya pada Rabu (12/02/2025) lalu. 

Sejumlah karya miliknya, ia pamerkan di hadapan para pecinta batik hingga desainer dan pelaku usaha batik Indonesia. 

Etnura tahun 2025 mengusung tema “Arunika Merajut Wastra Nusantara” sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan kain tradisional Indonesia melalui fashion.

Etnura sendiri merupakan komunitas yang berfokus pada pengembangan busana berbahan kain tradisional dan mendukung pelaku industri mode agar bisa bersaing di pasar global.

"Lewat event tersebut, saya mengenalkan beberapa batik karya saya," ujar pria yang biasa disapa Pak Breng ini. 

Beberapa karya Pak Breng yang menarik adalah batik tulis yang dikombinasikan dengan bordir.

Salah satunya batik gadis Jepang, yakni Geisha yang menggambarkan sosok seniman.

Selain itu, ada juga batik tulis kombinasi bordir Tari Gandrung dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Atas kegigihannya itu, batik yang ia produksi dikenal sampai mancanegara. Di mana beberapa pembeli dari negara-negara seperti Australia, Hongkong, Singapura dan Malaysia.

Dalam menekuni usaha batiknya yang dirintis mulai tahun 2010 itu, Pak Breng tak sendiri. Ia dibantu istrinya, yaitu Elly Yuniar. 

Bahkan, Elly Yuniar juga terlihat begitu telaten menggambar batik tulis di sela-sela kesibukannya sebagai seorang ASN. 

Pak Breng mengaku, menekuni dunia batik bukan benar-benar ia niati sejak awal. Pasalnya, ia dulunya merupakan karyawan salah satu BUMN di Probolinggo, yaitu PT Kertas Leces yang kemudian terdampak PHK karena pailit. 

"Atas hal itulah, saya harus berpikir keras bagaimana roda ekonomi tetap jalan. Salah satunya, melalui usaha batik yang saya tekuni dimulai dari saya ikut berbagai pelatihan," ujar bapak dengan 5 anak ini. 

Selain karya kain batik, ia juga memproduksi selendang batik yang diminati oleh beberapa hotel. 

Bahkan, salah satu selendang bikinannya, juga pernah dibeli hotel dari Jakarta. 

Beberapa produksinya itu, dijual dengan berbagai macam harga, tergantung bahan, sisi kerumitan dan estetikanya.

"Alhamdulillah, lewat batik ini saya terus memberikan warna bagi dunia batik termasuk bagi Kota Probolinggo," tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow