Kapolda Jatim: PKL di Sekolah Mojokerto Harus Diawasi
Pengawasan itu diharapkan dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap kualitas makanan yang dijual.
MOJOKERTO, SJP - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Imam Sugianto meminta para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di sekolah untuk diawasi.
Pengawasan itu diharapkan dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap kualitas makanan yang dijual.
Hal itu disampaikan Imam Sugianto saat peletakan baru pertama pembangunan proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, Kamis (13/2/2025).
"Saya miris anak-anak membeli jajan di sekolah bukan makanan bergizi, menumpuk penyakit di tubuh mereka, seperti cilok, gulali, arbanat, itu kan bukan makanan bergizi, padahal 20 tahun mendatang mereka kita harapkan menjadi pengganti kita," kata Imam.
Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemenuhan gizi kepada anak-anak, selain adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, polisi dengan pangkat bintang dua ini mendorong legislatif dan eksekutif untuk membuat peraturan daerah (Perda) tata kelola pangan di tingkap Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM).
"Sehingga PKL yang menjual jajanan di sekolah menyehatkan anak-anak," sambungnya.
Komitmen membentuk anak yang sehat harus sama-sama dilakukan, upaya tersebut diharapkan dapat menekan peredaran makanan atau minuman yang tidak sehat atau menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak.
"Anak-anak kita harus tumbuh menjadi SDM yang cerdas dan fisik yang bagus," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

