Kapal KLM Ayta CK2 Hilang Kontak di Perairan Bawean Gresik
Perairan Bawean Kabupaten Gresik, diduga menjadi lokasi hilangnya kapal KLM Ayta CK2 yang membawa sebanyak 5 orang penumpang. Sejauh ini, petugas masih melakukan upaya pencarian.
GRESIK, SJP - Kapal Layar Motor (KLM) Ayta CK2, dilporkan hilang kontak di perairan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kapal yang seharusnya dua hari sampai dari lokasi Pulau Bawean berangkat menuju Pelabuhan Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan. Namun hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya, Rabu (27/8/2025).
Kapal KLM Ayta CK2 yang bermuatan kayu sengon, ikan pindang dan boks berisi ikan segar itu, hilang kontak di perairan Bawean setelah dua hari sejak keberangkatan Senin (25/8/2025) sore.
Informasi yang dihimpun, kapal KLM Ayta CK2 tersebut hilang kontak bersama lima orang penumpang. Kelima di antaranya yakni 1 orang nakhoda dan 4 orang lainnya sebagai Anak Buah Kapal (ABK).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik F.X. Driatmiko Herlambang, mengatakan, sejauh ini petugas masih terus melakukan pencarian keberadaan kapal tersebut.
"Petugas terus melakukan upaya pencarian," kata Miko, Rabu (27/8/2025).
Miko menyampaikan, kronologi hilang kontak kapal KLM Ayta CK2 itu dimulai keberangkatan dari Pelabuhan Bawean, hingga disusul dengan keberangkatan KLM Rajawali yang dinakhodai Isa.
Dari keterangan saksi Nakhoda KLM Rajawali, Isa, menerapkan KLM Ayta CK2 berangkat lebih dulu pada Senin (25/8/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Sampai satu jam perjalanan kemudian barulah disusul dengan keberangkatan KLM Rajawali.
Perjalanan sekitar 20 mil dari bibir pantai Bawean, kapal KLM Rajawali menyalip kapal KLM Ayta CK2 sekitar pukul 19:30 WIB.
“Setelah menyalip, nakhoda KLM Rajawali memberi kode dengan menghidupkan lampu senter ke arah kapal KLM Ayta CK2, namun tidak mendapat balasan dari nakhodanya. Akhirnya nakhoda memanggil dari radio yang ada di kapal,” jelas Miko.
Menurut Miko, saksi menyebut walaupun panggilan dari radio tidak mendapat respon, tetapi lampu jalan dari kapal KLM Ayta CK2 masih terlihat jelas berada di belakang kapal KLM Rajawali.
Sampai tiba bersandar di Pelabuhan Sedayu, Lamongan, pada Selasa (26/8/2025) pagi, saksi mengaku kapal KLM Ayta CK2 tidak kunjung menyusul hingga dilaporkan hilang kontak. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

