Kado PDI Perjuangan Malang untuk Bu Mega, Tanam Ribuan Pohon Lawan Krisis Ekologi

Lokasi ini tidak dipilih secara acak. Penanaman ribuan pohon sukun difokuskan di lingkungan RW 03, 04, dan 05 yang berdekatan dengan situs makam tokoh legendaris babat alas Malang, Ki Ageng Gribig.

24 Jan 2026 - 11:30
Kado PDI Perjuangan Malang untuk Bu Mega, Tanam Ribuan Pohon Lawan Krisis Ekologi
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnangga saat menanam pohon. (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Di tengah gempuran anomali cuaca dan ancaman bencana ekologi, DPC PDI Perjuangan Kota Malang memilih cara reflektif sekaligus aksi nyata dalam memperingati HUT ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

Tidak ada pesta pora, yang ada hanyalah penanaman ribuan pohon dan untaian doa lintas dimensi pada Jumat (23/1/2026).

Mengawali rangkaian kegiatan pada siang hari, jajaran pengurus dan kader bergerak ke Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. 

Lokasi ini tidak dipilih secara acak. Penanaman ribuan pohon sukun difokuskan di lingkungan RW 03, 04, dan 05 yang berdekatan dengan situs makam tokoh legendaris babat alas Malang, Ki Ageng Gribig.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa aksi ini adalah respons terhadap kegagalan manusia dalam menjaga keseimbangan alam.

"Anomali cuaca yang kita rasakan saat ini adalah dampak nyata dari pengabaian terhadap lingkungan. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini," ujar Amithya.

Penanaman pohon di bantaran sungai dipandang sebagai langkah krusial untuk mencegah degradasi lahan. 

Amithya secara lugas mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim bisa memicu banjir bandang sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS).

Ia pun melempar kritik konstruktif agar Pemerintah Kota Malang tidak tinggal diam.

"Kami mendesak Pemerintah Kota Malang untuk segera mewujudkan normalisasi sungai. Mitigasi bencana harus menjadi prioritas sebelum potensi bencana benar-benar terjadi," tegasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup pada malam hari dengan tasyakuran dan doa bersama di kantor DPC. 

Selain mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi Megawati Soekarnoputri, agenda ini menjadi simbol kesetiaan kader di daerah terhadap instruksi partai dalam menjaga kelestarian bumi.

Secara nasional, perayaan ulang tahun ke-79 Megawati berlangsung sederhana di Istana Batu Tulis, Bogor. 

Sejalan dengan itu, instruksi pusat untuk memberikan kado berupa gerakan merawat pertiwi diterjemahkan oleh kader di Malang melalui aksi ekologi yang berkelanjutan.

"Semoga beliau (Megawati) senantiasa diberikan bimbingan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memimpin partai demi kemaslahatan bangsa dan negara," pungkas Amithya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow